Kamis, 16 Mei 2013 - 15:31:56 WIB
Perkebunan Sawit Di Riau Terbesar Di Indonesia
Diposting oleh : irvan

Pengembangan kawasan perkebunan rakyat diperlukan kelembagaan perkebunan yang kuat. Dengan memperkuat kelembagaan ekonomi petani perkebunan di pedesaan, maka petani akan meningkat kesejahteraan.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsil Riau Zulher saat membuka Sosialisasi Pengembangan Kelembagaan dan Penilaian Usaha Perkebunan tingkat Provinsi Riau, Kamis ( 16/5 ) di hotel Premiere Pekanbaru. Menurut Zulher  Untuk  itu diperlukan pendekatan yang efektif agar para petani kebun dapat memanfaatkan program pembangunan yang ada secara berkelanjutan, melalui penumbuhan rasa memiliki, partisipasi, dan pengembangan kreativitas, yang disertai dukungan masyarakat lainnya sehingga dapat berkembang di pedesaan.

Pengembangan ini diarahkan pada terbentuknya kelompok-kelompok petani kebun, dan kerjasama antar kelompok petani kebun, sehingga terbentuk kelompok-kelompok produktif dalam kelembagaan koperasi bidang perkebunan. Ia menmabahkan;  sampai saat ini, dari data yang masuk di Dinas Perkebunan Provinsi Riau, jumlah kelompok tani perkebunan se Provinsi Riau mencapai 6.006 kelompok yang tersebar di 12 kabupaten/Kota.  Jumlah kelompok tani ini belum seluruhnya karena masih banyak kelompok tani yang belum terdata atau belum dilaporkan oleh masing-masing kabupaten/kota.

Menurut Kadis Perkebunan Riau, perkebunan  kelapa sawit Provinsi Riau saat ini merupakan yang terluas di Indonesia sekitar 2.258.553 hektar  dari 8 juta hektar secara nasional atau 26,25 persen b. Dari total luas perkebunan sawit di Riau, 53 peraen atau 1.205.498 hektar merupakan kebun sawit rakyat. Sedangkan luas perkebunan sawit swasta mencapai 905.979 Ha atau sekitar 43% dan perkebunan sawit Perusahaan Besar Negara mencapai 79.545 hektar atau 4% dari total luas kebun sawit di Provinsi Riau.  Kata zulher tidak bisa dipungkiri bahwa perkebunan merupakan penggerak utama atau pilar utama ekonomi Riau, mengingat sebarannya yang sangat luas dan melibatkan kurang lebih 980.605 kepala keluarga petani.  Jika asumsi 1 kepala keluarga terdiri dari empat orang, maka kurang lebih 3,922 juta orang menggantungkan hidupnya dari perkebunan.

Sementara itu Kasubdit Pemberdayaan dan Kelembagaan Tanaman Semusim, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia  Dr.Ir Demita Dewi memberikan kiat dan cara bagaimana seharusnya melakukan pembinaan kelembagaan dan penilaian kelompok tani perkebunan berprestasi. Ia juga menyampaikan kiat-kiat bagaimana agar kelompok tani berprestasi atau mendapat juara pertama Provinsi Riau dan bisa menjadi utusan ketingkat nasional. Ia juga berharap bisa terpilih menjadi 5 atau 8 besar ditingkat nasional dan berkesempatan mengikuti acara dan bertemu dengan Bapak Presiden RI.

Sosialisasi ini diikuti  40 peserta terdiri Kepala Dinas Perkebunan/instansi yang membidangi perkebunan kabupaten dan kota se Provinsi Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, metode dan rencana pelaksanaan penilaian kelompok berprestasi di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Riau ( MC Riau )




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)