Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

Rengat - Eksistensi Kesultanan Indragiri diakui dunia. Ini dibuktikan tampilnya Sultan Indragiri pada acara Festival Keraton se Dunia atau disebut World Royal Heritage Festival yang diadakan Pemerintah DKI Jakarta, 5 - 8 Desember 2013 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Yang hadir dalam Festival itu dari Kesultanan Indragiri, yakni Sultan Arif SH, Al-Haj, Sultan Indragiri ke 26 dan Pangeran Mahkota Tengku Parameswara.

Sebanyak 1.603 peserta Kirab Budaya ini terdiri dari 28 kelompok yang berasal dari banyak daerah di Tanah Air seperti; Siladendeng Lombok, Alam Melayu Minangkabau, Kasunanan Surakarta, Kepangeranan Gebang Kinatar dan Kesultanan Pamekasan. Selain itu Kerajaan Inggris, Skotlandia dan Kerajaan Islam Brunei juga turut meramaikan pawai Kirab Budaya pada acara puncak World Royal Heritage Festival ini.

"Sultan Indragiri Tengku Arif ikut serta dalam acara kirab budaya mengelilingi Monas menggunakan kereta kencana. Kirab dilepas oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok," ujar Pangeran Mahkota Kesultanan Indragiri, Tengku Parameswara, Senin (9/12).

Puluhan kereta kencana tersebut berkeliling Monas dimulai dari Medan Merdeka Utara dan akan kembali lagi ke Monas melalui Medan Merdeka Selatan.

Dikatakannya, keikutsertaan Kesultanan Indragiri dalam Festival tersebut melalui Forum Silaturahmi Kerajaan Nusantara (FSKN) yang berpusat di Solo. "Kami menjadi tamu kehormatan bersama utusan Kesultanan Siak, Gunung Sahilan, Rokan dan Pelalawan dari Provinsi Riau," ujarnya.

Namun sayangnya, tambah Tengku Parameswara, kesultanan Indragiri tidak dapat mengikuti festival lainnya seperti festival kuliner dan tari. Hal ini disebabkan keterbatasan dana.

"Lain halnya dengan Kesultanan Siak, mereka mendapat dukungan dari Pemkab Siak sehingga dapat mengikuti festival tari. Dan membawa sedikitnya 100 orang pasukan kerajaan dalam acara kirab budaya. Namun demikian, kita tetap bangga karena eksistensi kesultanan indragiri masih dan tetap diakui dunia," sebutnya. (MC Riau/ana)

Berita Terkait