Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

Pekanbaru - Penyakit kanker dapat dicegah, diobati dan disembuhkan jika tindakan pencegahannya dilakukan dengan tepat dan sejak dini. Karena jika pencegahan kanker tidak dilakukan secara dini, maka akan dapat mengakibatkan kematian.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Riau Muhammad Ridwan, dalam acara "Berani Gundul, Lawan Kanker Pada Anak" yang ditaja oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Riau di Mal Ciputra Seraya, Ahad (26/2).

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, Ridwan mengucapkan apresiasinya kepada YKAKI yang telah memberikan dukungan dan motivasi, serta menyediakan rumah singgah kepada anak-anak penderita kanker.

"Anak-anak penderita kanker ini membutuhkan motivasi, dorongan, pencegahan, pengobatan, dan yang paling utama adalah pendampingan dari kita semua. Baik itu orang tua maupun dari lingkungan juga diperlukan untuk penyembuhan mereka" ujar Ridwan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa untuk menurunkan resiko kanker, terutama pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang pertama adalah dengan menghindari secara bersama faktor resiko, mengenali tanda dan gejala kanker, serta melakukan deteksi dini dengan cara melakukan cek kesehatan di Puskesmas maupun Posyandu.

Cara mencegah kanker yang kedua adalah dengan tidak merokok dan menghindari asap rokok. Penting bagi para perokok untuk tidak merokok di tempat umum atau merokok pada tempat-tempat yang telah disediakan. Karena perokok pasif memiliki resiko yang lebih besar ketimbang perokok aktif.

Yang ketiga adalah dengan menciptakan lingkungan yang sehat. Diupayakan di setiap lingkungan untuk tetap menjaga kesehatan. Dan yang keempat dengan kampanye pentingnya menjaga kesehatan dalam upaya mendorong serta mewujudkan pengendalian kanker.

Berdasarkan riset dari Global Chance, diperkirakan pada tahun 2012 yang lalu terdapat 14,1 juta kasus kanker baru yang muncul. Masih di tahun yang sama, terdapat 8,2 juta kematian.

Sementara data dari sistem registrasi kantor di Indonesia tahun 2005-2007 menunjukkan bahwa estimasi insiden kanker pada anak usia 0-17 tahun sebesar 9/100.000 anak-anak.

Ridwan kemudian menjelaskan beberapa faktor yang dapat menimbulkan kanker antara lain faktor genetik, zat kimia, virus, dan radiasi yang bersumber dari alat-alat elektronik.

Tak lupa pula ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan aksi CERDIK dalam upaya menghindari kanker, yakni dengan Cek kesehatan sejak dini, Enyahkan rokok, Rajin beraktivitas, Diet, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres. (MC Riau/Zak)

Berita Terkait