Kamis, 27 Ramadhan 1438 H | 22 Juni 2017

PEKANBARU - Penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim kini jadi momok yang menakutkan bagi perempuan di Indonesia. Apalagi, kanker serviks kini jadi penyebab kematian nomor dua setelah jantung koroner.
 
"Setiap tahun penderita kanker serviks semakin meningkat. Penyebabnya, selain polusi tentu saja gaya hidup tidak sehat," ucap Ketua TP PKK Provinsi Riau Hj.
 
Sisilita Arsyadjuliandi pada acara Peringatan Hari Kartini Sekaligus
Pencanangan IVA Test Tingkat Provinsi Riau Tahun 2017 di Puskesmas Sidomulyo, Tampan, Pekanbaru (25/04).
Saat ini, tercatat ada 40-45 kasus kanker serviks setiap hari, yang menyebabkan kematian 20-25 penderita setiap hari. 
 
"Jika ini terus terjadi, maka Indonesia akan kehilangan 720 perempuan produktif setiap bulan," ulas Sisilita lagi.
 
Sisilita menegaskan bahwa kanker serviks bisa dicegah dengan selalu menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur, makan makanan bergizi, istrahat yang cukup dan mampu mengelola stres.
 
"Harus mau melakukan pemeriksaan dini. Jangan sampai sudah stadium lanjut, baru diobati. Ini yang sulit. Kalau masih tahap awal, insyaallah bisa dicegah," sebut Sisilita.
 
Sisilita lalu menghimbau masyarakat untuk tidak ragu-ragu melakukan pemeriksaan dini kanker serviks ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
 
 "Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota bersama BPJS akan ikut membantu," tegasnya.
 
Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman yang turut hadir mengajak masyarakat untuk selalu hidup sehat. Gubri juga menyebutkan bahwa Pemprov Riau sangat komit membantu masyarakat terkait kesehatan. Ini misalnya dibuktikan melalui alokasi anggaran di APBD Riau yang mencapai 10 persen untuk sektor kesehatan.
Selain pemeriksaan kanker serviks, juga dilakukan pemeriksaan kanker payudara.

Berita Terkait