Kamis, 27 Ramadhan 1438 H | 22 Juni 2017

BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis bertekad Pulau Bengkalis bisa kembali dinyatakan sebagai daerah bebas rabies. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan Dinas Pertanian, mulai dari sosialisasi ke rumah-rumah hingga melakukan vaksinasi terhadap hewan-hewan peliharaan.

“Sebelumnya pulau Bengkalis ini merupakan daerah bebas rabies. Namun, sejak adanya peristiwa gigitan anjing yang positif mengandung virus rabies dalam beberapa tahun terakhir, maka prediket itu lepas. Namun, kita akan berupaya agar prediket Bengkalis bebas rabies bisa kembali kita raih,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tuti Amlizarty Laida SP MSi kepada wartawan, belum lama ini.

Dinas Pertanian secara kontinu melakukan vaksinasi terhadap hewan-hewan peliharaan warga. Untuk lebih mengoptimalkan program tersebut, sosialiasi pun dilakukan. “Sosialisasi kita lakukan mulai dari membuat baleho, pemberitaan di media massa, hingga mendatangi rumah-rumah warga,” katanya.

Ditanya kemungkinan melakukan eliminasi terhadap hewan liar seperti anjing, Tuti mengatakan, memang beberapa tahun lalu eliminasi dilakukan. Namun, dalam dua atau tiga tahun terakhir ini eliminasi sudah ditiadakan karena tidak diperbolehkan.

“Mengeliminasi hewan liar ini bukan satu-satunya cara, masih ada cara lain yang lebih manusiawi. Misalnya dengan menangkap hewan tersebut kemudian mensterilkan sehingga tidak berkembang biak,” kata Tuti.

Untuk lebih mengoptimalkan sosialisasi ke penduduk, Tuti mengatakan, pihaknya juga mengandeng tokoh masyarakat setempat, khususnya penduduk yang mayoritas berasal dari suku asli.

“Kadang-kadang gaya penyampaian kita atau kata-kata kita ke mereka menurut kita sudah tepat. Namun, belum tentu bagi mereka. Jadi akan lebih tepat lagi kalau kita menggandeng tokoh masyarakat setempat agar apa yang kita sampaikan bisa mengena dan difahami oleh mereka,” ujar Tuti.(MC Riau/man)

Berita Terkait