Senin, 29 Syawal 1438 H | 24 Juli 2017

RENGAT - Badan Urusan Logistik (Bulog) Rengat telah melakukan pergantian terhadap beras raskin yang terendam di kantor Lurah Pematangreba. Raskin terendam akibat luapan air yang menggenangi keluarahan Pematang Reba, Rabu (10/5) lalu. 
 
Sebanyak 30 karung raskin yang akan disalurkan ke tiga RT di Pematang Rebah ikut terendam pada saat banjir tersebut. Namun informasi yang diterima dari Lurah Pematangreba Wawan Kusnadi, raskin yang terendam dan rusak sudah diganti oleh pihak Bulog.
 
Dikatakan Wawan, penggantian itu dilakukan Sabtu (10/5). "Kemarin ada 30 karung raskin yang rusak, sebagian dijemur kembali sebagian lagi yang rusak diganti oleh pihak Bulog," tegas Wawan, Minggu (14/5). Wawan menjelaskan jatah raskin untuk tiga RT tersebut seharusnya sudah didistribusikan satu hari sebelum banjir, namun saat itu belum ada yang menjemput beras tersebut. 
 
Penyebab banjir di wilayah Pematangreba diduga terhambatnya aliran air karena pendangkalan drainase. Seperti  disampaikan Plt Kadis PU, Yelfidar sebelumnya bahwa di sejumlah titik ditemukan sampah menumpuk. Untuk antisipasi Wawan menegaskan jauh sebelum banjir melanda wilayah Pematangreba, pihaknya sudah mengirimkan pemberitahuan soal gotong royong bersama.
 
"Sebelumnya sudah disampaikan surat untuk melaksanakan gotong royong bersama, namun faktanya hanya beberapa RT saja melaksanakannya," ungkap Wawan. 
 
Wawan menyebutkan akan kembali mengirimkan surat kepada RT untuk kembali melaksanakan gotong royong bersama sekaligus pemberitahuan pengaktifan kembali Siskamling di sejumlah RT. Rencananya surat itu akan dikirimkan pada Senin (15/5).
 
Dirinya juga menyampaikan harapan kepada dinas terkait atau dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Inhu untuk melakukan normalisasi drainase di Kelurahan Pematang Rebah. Kata Wawan, ada dua jalur drainase yang perlu dinormalisasi, yakni jalur drainase dari Simpang Bundaran Patin hingga ke jembatan tiga, dan drainase dari jalan dayung serempak hingga menjelang Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu. Total panjang drainase yang perlu dinormalisasi kata Wawan mencapai 10 kilometer. (MC Riau/ana)

Berita Terkait