Jumat, 28 Ramadhan 1438 H | 23 Juni 2017

RENGAT - Masyarakat pengguna kendaraan bermotor di kabupaten Indragiri Hulu menjerit, akibat sulitnya mendapatkan premium pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ini terjadi diduga karena pihak Pertamina mengurangi Kuota BBM untuk Indragiri Hulu.
 
Informasi diterima dari petugas beberapa SPBU, mereka memang mengakui adanya pengurangan kuota BBM untuk SPBU, terutama untuk premium. Pengurangan kuota bahkan terkadang sampai 50%. Contoh pada salah satu SPBU di kota Rengat, biasanya pengiriman untuk premium hingga 20 ton, sekarang hanya berkisar antara 8 ton hingga 16 ton.
 
Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Indragiri Hulu Aris Prasetya menyatakan bahwa pihaknya sejauh ini belum mengetahui sejauh mana kuota yang didapat Indragiri Hulu untuk BBM terutama yang di distribusikan ke SPBU yang ada di Inhu."Saat ini kami menjaga jangan sampai ada dilakukannya penimbunan minyak oleh pihak-pihak tertentu, tegas Aris.
 
Dikatakan Aris, melalui surat resmi pihaknya sudah meminta kepada SPBU untuk memberikan laporan terkait kuota BBM yang didapat pada masing-masing SPBU, namun hingga saat ini belum satupun memberikan jawaban dari surat tersebut. Untuk itu dikatakannya, Disperindag akan kembali melayangkan surat kedua untuk mengetahui jumlah kuota sebenarnya untuk Indragiri Hulu.
 
Untuk kesulitannya masyarakat mendapatkan BBM terutama Premium, Aris mengungkapkan belum mengetahui pihak mana yang salah, apakah Pertamina atau dari SPBU sendiri."Kami akan terus lakukan pemantauan guna mencegah spekulan yang akan melakukan penimbunan atau lainnya dan menjaga ketersediaan BBM, mengingat dekatnya Ramadhan dan Idul fitri, tegas Aris. (MC Riau/ana)

Berita Terkait