Sabtu, 26 Dzulqo'dah 1438 H | 19 Agustus 2017

PELALAWAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pelalawan berkomitmen untuk memberantas dan melakukan penertiban terhadap tempat - tempat usaha yang menjadi penyakit masyarakat (Pekat) seperti warung remang - remang, panti pijat, warung miras, tempat hiburan malam dan tempat maksiat lainnya diwilayah kabupaten Pelalawan.

Untuk itu, Satpol PP Pelalawan menargetkan sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan 1438 H/2017 M, maka tempat - tempat maksiat tersebut sudah tutup total secara permanen, terutama di Jalan Lingkar, Tanjung Raya dan KM 2 jalan akses RAPP di kecamatan Pangkalan Kerinci, serta di kecamatan Pangkalan Lesung dan kecamatan Pangkalan Kuras.

Informasi ini dibeberkan Kepala Satuan Satpol PP dan Damkar Pelalawan H Abu Bakar FE MAp, Selasa (16/5) di Pangkalankerinci. Katanya, akhir pekan lalu, pihaknya telah menyurati seluruh pemilik dan pengelola kafe dan warung remang - remang, warung miras, tempat hiburan malam dan tempat maksiat lainnya diwilayah kabupaten Pelalawan ini, untuk menutup dan membongkar tempat yang diduga menjadi tempat praktek prostitusi yang kian menjamur dinegeri Amanah ini.

"Untuk itu, maka mulai minggu ini, seluruh tempat - tempat maksiat ini wajib sudah tutup total dan membongkar tempat usaha maksiatnya secara permanen. Terutama, dilokasi - lokasi yang diduga kuat menjadi sarang pekat di Pelalawan seperti kafe remang - remang seperti di Jalan Lingkar, Tanjung Raya dan KM 2 jalan akses RAPP di kecamatan Pangkalan Kerinci, serta di kecamatan Pangkalan Lesung dan Sorek kecamatan Pangkalan Kuras," ujarnya.

Lanjutnya, jika hingga akhir pekan ini masih ditemukan ada tempat usaha maksiat yang masih buka, maka pihaknya bersama tim Yustitisi akan melakukan pembongkaran paksa bangunan tersebut.

"Dan kita juga akan melakukan razia penertiban serta mengamankan para pelaku maksiat terutama wanita yang bekerja sebagai pelayan warung remang - remang dan tukang pijat sebagai pekerja seks komersial (PSK) khususnya dikecamatan Pangkalan Kerinci. Kemudian, kita juga akan melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang memakan badan jalan khususnya disepanjang jalan litas timur dikabupaten Pelalawan," sebutnya.

Sambungnya, dalam minggu ini, tim yustisi kabupaten Pelalawan akan menggelar rapat bersama yakni pihak Kepolisian, Satpol PP dan Kejaksaan. Dan dalam rapat tersebut, akan dibahas sanksi tegas terhadap para penyedia dan pelaku pekat yang masih tetap membandel membuka usaha dan melakukan maksiat selama pelaksanaan ramadan.

"Intinya, Satpol PP dan Damkar Pelalawan sangat komit memberantas Pekat selaku petugas penegakan Perda tentang ketertiban umum ini, melalui operasi dan penertiban yang akan terus digelar setiap harinya sebelum dan selama pelaksnaaan ramadan nantinya. Dengan demikian, maka pelaksanaan kegiatan keagamaan (Bulan Ramadan,red) tahun ini, dapat terlaksana dengan baik dan kondusif, tanpa adanya aktifitas prostitusi yang selama ini masih banyak beroperasi ditengah - tengah masyarakat di Negeri yang memiliki motto Tuah Negeri Seiya Sekata ini," pungkasnya. (MC Riau/Iin)

Berita Terkait