Senin, 1 Syawal 1438 H | 26 Juni 2017


PELALAWAN - Tim dari Lund University Swedia, Jumat (19/5) pagi kemarin melakukan kunjungan kerja kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh Deputy President Lund University Swedia Eva Wiberg ini, disambut oleh Bupati Pelalawan HM Harris yang diwakili Kepala Bapeda Ir M Syahrul Syarif.

Sedangkan tujuan utama kunjungan kerja tim Lund University Swedia ini, guna membahas dukungan terkait pembangunan Technopark di kabupaten Pelalawan dan juga sebagai kunjungan balasan Pemkab Pelalawan ke Swedia pada akhir tahun 2016 lalu. Turut hadir dalam kunjungan 
kerja tim Lund University Swedia tersebut Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Dr Tatang A Taufik bersama rombongan BPPT RI. 

Informasi ini dibeberkan Kepala Bapeda Pelalawan Ir M Syahrul Syarif MSi, Jumat (19/5). Katanya, agenda kunjungan Tim dari Lund University Swedia akan dilakukan selama dua hari yakni mulai hari Jumat (19/5) dan Sabtu (20/5). Sedangkan kunjungan kerja tim  Lund University Swedia bersama BPPT RI ini, diawali dengan diskusi berkenaan dengan Kolaborasi dibidang pendidikan dan teknologi antara lima pihak.

"Dan kelima pihak tersebut yakni Lund University Swedia, Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P), Institut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong, BPPT dan Pemkab Pelalawan terkait studi dan kajian pengembangan Techno Park Pelalawan. Dimana diskusi ini telah berlangsung pada Jumat (19/5) pagi, di hotel Pangeran Pekanbaru," ujarnya.

Lanjutnya, setelah melakukan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke kawasan pembangunan Technopark Pelalawan sekaligus peninjauan guna mengidentifikasi potensi pembangunan wind power (pembangkit listrik tenaga angin) di dalam kawasan Technopark. 

Kemudian, juga dilakukan peninjauan ke Desa Teluk Dalam Kecamatan Kuala Kampar, guna mengindetifikasi potensi kekuatan angin untuk diterapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga angin. 

"Dan dari peninjauan kekuatan angin di kecamatan Kuala Kampar ini, maka nantinya akan dilakukan percobaan pembangkit listrik berasal dari kipas angin besar berbentuk kincir angin yang menghasilkan 3,6 MW yang bukan dari diesel atau gas untuk pembangkit listrik.
Sehingga pembangunan pembangkit listrik tenaga angin ini nantinya, akan menjadi sumber penerangan utama masyarakat kecamatan Kuala Kampar selain dari PLTMG Langgam Power. Dengan demikian, maka pembangunan PLTA oleh LUND University Swedia ini nantinya, akan meningkatkan rasio elektrifikasi kabupaten Pelalawan dalam mendukung program Nawacita," sebutnya. 

Sambungnya, kunjungan tim LUND University Swedia akan dilanjutkan dengan melakukan peninjauan Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Pelalawan, pada Sabtu (20/5). Dimana peninjauan ini guna memperkenalkan lebih jauh potensi dan kondisi industri dasar kelapa sawit yang hilirisasinya akan menjadi fokus di Kawasan Technopark Pelalawan.

"Untuk itu, kita berharap kunjungan kerja tim LUND University Swedia ini, dapat mengidentifikasi peluang bisnis yang akan dikembangkan di Kawasan Technopark dari industri dasar (PKS,red) yang menjamur di Negeri Seiya Sekata ini.Pasalnya, pihak Lund University memiliki banyak pengalaman dan teknologi terkait hilirisasi produk pertanian, sehingga diharapkan dapat dikembangkan di kawasan Technopark Pelalawan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jadi, kita berharap agar keinginan kita ini dapat teralisasi, sehingga kedepannya Provinsi Riau pada umumnya dan Kabupaten Pelalawan pada khususnya, dapat menjadi salah satu daerah persaingan global," pungkasnya.(MC Riau/Iin)

Berita Terkait