Jumat, 28 Ramadhan 1438 H | 23 Juni 2017

PELALAWAN - Bulan suci Ramadan 1437 Hijriyah atau tahun 2017 Masehi, hanya tinggal menunggu hari. Untuk itu, Kantor kementerian agama (Kemenag) Pelalawan telah menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama lembaga -lembaga dakwah islam serta ormas Islam, guna menyambut bulan suci Ramadan yang akan dilaksanakan pada 27 Mei mendatang.

" Ya, belum lama ini, kita bersama Lembaga-lembaga dakwah islam serta ormas Islam telah menggelar Rakor guna mempersiapkan penyambutan pelaksanaan bulan suci Ramadan 1438 Hijriyah atau tahun 2017 Masehi," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Pelalawan HM Rais SPd MPdI, Rabu (24/5) di Pangkalankerinci.

Katanya, dalam rakor bersama Lembaga-lembaga dakwah islam serta ormas Islam tersebut, telah menghasilkan beberapa kesepakatan yakni akan digelarnya pelaksanaan Pesantren ramadan, guna mengisi masa liburan sekolah pelajar saat pelaksanaan puasa.

" Dengan adanya pembekalan ilmu keagamaan melalui pelaksanaan pesantren ramadan tersebut, maka kita optimis tingkat spiritual para pelajara akan semakin meningkat pula. Sehingga, pelaksanaan ramadan tahun ini nantinya akan dirasakan penuh arti," sebutnya.

Selain menggelar pelaksanaan pesantren ramadan, lanjutnya, dalam rakor tersebut juga disepakati selama pelaksanaan bulan puasa, akan dilakukan operasi atau razia terhadap para pelajar yang berpacaran atau dikenal istilah asmara subuh (asbuh).

" Pasalnya, dengan ada asbuh ini, tentunya akan merusak ibadah puasa para pelajar ini. Dan hal ini juga dikhawatirkan akan berdampak pada perbuatan maksiat lainnya. Untuk itu, maka kita bersama Lembaga-lembaga dakwah islam serta ormas Islam akan mengawal para pelajar ini untuk tidak melakukan aktivitas asbuh. Sedangkan jika dalam operasi serta razia ini kita menemukan para pelajar yang berpacaran, maka tentunya para pelajar ini akan kita kembalikan kepada Dinas terkait untuk diberikan pembinaan lebih lanjut serta sanksi lainnya," tuturnya.

Tidak hanya itu saja, sambung mantan Kasi Haji dan Umroh Kemenag Pelalawan ini, selama pelaksanaan bulan puasa nantinya, juga akan digelar operasi terhadap warung makanan dan minuman yang masih membuka dagagannya pada siang hari.

" Dan jika ditemukan, maka nantinya akan kita serahkan kepada pihak terkait untuk memberikan tindakan tegas kepada para pedagang bandel yang masih buka pada siang hari. Dan bila perlu, kita akan sita barang - barang dagangannya, sehingga dapat menimbulkan efek jera," paparnya.

Katanya lagi, selama pelaksanaan bulan ramadan nantinya, pihaknya juga menghimbau agar seluruh seluruh tempat hiburan malam seperti kafe remang-remang serta tempat-tempat maksiat lainnya, untuk dapat menutup tempatnya secara permanen. Namun, jika imbauan ini tidak diindahkan, maka tentunya pihaknya bersama Lembaga-lembaga dakwah islam serta ormas Islam kabupaten Pelalawan, akan menutup secara paksa tempat maksiat tersebut.

" Intinya, kami siap mengawal pelaksanaan ramadan tahun ini dari segala bentuk hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan demikian, maka pelaksanaan ramadan tahun ini nantinya, dapat berlangsung dengan baik tanpa adanya aktifitas prektek prostitusi yang dapat merusak kesucian bulan ramadan tahun ini," pungkasnya. (MC Riau/Iin)

Berita Terkait