Sabtu, 26 Dzulqo'dah 1438 H | 19 Agustus 2017

PELALAWAN - Bupati Pelalawan HM Harris selaku Datuk Setia Amanah Payung Panji Adat kabupaten Pelalawan secara resmi membuka prosesi upacara rituial adat mandi Balimau Kasai Potang Mogang menyambut Bulan Suci Ramadan 1438 H/2017 M di Balai anjungan tepian ranah tanjung bunga Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam, Rabu (24/5). 

Rangkaian pembukaan prosesi mandi balimau kasai potang mogang yang merupakan acara adat syarat membersihkan diri menyambut ramadan ini, berlangsung sangat meriah yang diselenggarakan dari pagi pukul 09.30 hingga 15.30 Wib. 

Sedangkan puncak prosesi adat tersebut, ditandai dengan adanya penyiraman air ukup kepada tokoh adat yang kemudian dilanjutkan dengan perlombaan perahu (pompong,red) hias yang diikuti oleh 27 0PD dilingkungan Pemkab Pelalawan.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Sultan Pelalawan pewaris kerajaan Asyidisyarif HT Kamaruddin Haroen, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) provinsi Riau Fahmizal Usman SE MSi, Ketua DPRD Kabupaten Nasaruddin SH MH, seluruh Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian, camat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat Kabupaten Pelalawan.

Dalam sambutannya, Bupati Pelalawan HM Harris selaku Datuk Setia Amanah Payung Panji Adat kabupaten Pelalawan mengatakan, upacara ritual adat Mandi Balimau Potang Mogang ini merupakan salah satu rangkaian acara rutinitas tahunan masyarakat Kecamatan Langgam dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan.

Sedangkan acara diawali saat rombongan Bupati Pelalawan HM Harris dengan iring-iringan pawai, menghantarkan para datuk dari balai kepenghuluan adat Kelurahan Langgam menuju Balai anjungan tepian ranah Tanjung Bunga. 

Dan sebelum ritual mandi balimau, maka dilaksanakan upacara adat togak tonggol yang dipimpin oleh Datuk Rajo Bilang Bungsu yang disaksikan langsung oleh Bupati Pelalawan HM Harris selaku payung negeri adat kabupaten Pelalawan.

" Jadi, Tonggol ini adalah sejenis bendera panji adat sebagai simbol kebesaran suku-suku di kalangan masyarakat adat Langgam. Dimana tonggol ini dikibarkan diatas tiang panjang dari batang bambu. Sedangkan pengibarannya atau penegakannya adalah pertanda bahwa suku pemilik tonggol tersebut tidak memiliki permasalahan di dalam adat. Karenanya suku tersebut berhak didalam adat untuk menegakkan tonggol pada acara-acara adat seperti mandi balimau potang maogang ini dalam rangka menyucikan diri menyambut bulan suci ramadan," ujarnya.

Lanjut Datuk Setia Amanah Payung Panji Adat kabupaten Pelalawan ini, dirinya juga mengajak umat muslim untuk menyambut bulan Ramadan dengan hati gembira dan ikhlas serta mensucikan diri.

" Untuk itu, mari kita sambut Ramadan tahun ini dengan saling bermaaf-maafan untuk mensucikan hati. Dan atasnama Bupati dan Pemkab Pelalawan, saya juga menyampaikan ucapan selamat menyambut ibadah puasa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan khususnya yang hadir pada acara mandi balimau ini," sebutnya.

Sementara itu, Gubenur Riau Ir Arsyadjuliandi Rachman yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) provinsi Riau Fahmizal Usman SE MSi mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sangat apresiasi dan sangat bangga terhadap Kabupaten Pelalawan yang telah melestarikan budaya adat hingga saat ini. Dan bahkan, Pelalawan juga telah menjalankan visi Riau 2020 dalam melestarikan budaya Riau melalui upacara Adat mandi balimau potang maogang ini.

" Untuk itu, maka diharapkan agar masyarakat Riau khususnya masyarakat di Negeri Seiya Sekata ini dapat terus melestarikan kebudayaan, sehingga tak punah dimakan zaman," pungkasnya. (MC Riau/Iin)

Berita Terkait