Senin, 29 Syawal 1438 H | 24 Juli 2017

PEKANBARU - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau melibatkan Fakultas Perikanan dan Kelautan (Faperikan), Universitas Riau (UR) untuk melakukan pemulihan ikan-ikan langka bernilai ekonomis yang ada di wilayah perairan Riau. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU.

"Potensi ikan-ikan seperti ikan terubuk, tapah, baung, selais perlu dikembangkan. Untuk itu, DKP bekerja sama dengan Faperikan UR," kata Plt Kepala DKP Riau, Nafilson di Pekanbaru, Minggu (28/5/2017).

Teken MoU itu pun telah dilaksanakan di UR, Jumat (26/5/2017) lalu, antara Plt Kepala DKP Riau, Nafilson dan Dekan Faperikan UR, Prof DR Ir H Bintal Amin MS.

Sempat dikatakan Nafilson, bahwa pihaknya kini tengah mendukung penuh aksi Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman dalam membangun sektor perikanan di daerah, khususnya yang ada di pesisir.

"Di daerah pesisir yaitu Kabupaten Bengkalis, potensi ikan terubuknya sangat besar. Jika dibiarkan saja, akan langka dan sulit didapatkan oleh nelayan," ucapnya.

Ia berharap, ikan yang menjadi ikon Kabupaten Bengkalis itu dapat dikembangkan melalui adanya kerjasama tersebut.

"Ekonomi nelayan dapat terbantu, karena ikan terubuk tersebut saat ini di hargai Rp500 ribu per kilogramnya," tandasnya.(MC Riau/rat)

Berita Terkait