Senin, 1 Syawal 1438 H | 26 Juni 2017

PELALAWAN - Maraknya penjualan menu berbuka puasa (takjil) di hari ketiga berpuasa bulan suci Ramdhan 1438 H/2017 M yang dijual oleh pedagang musiman, sangat dikhawatirkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan mengandung zat-zat berbahaya dan  makanan kadarluasa.

Untuk itu, DPRD Pelalawan mendesak kepada instansi atau Dinas terkait untuk melakukan pengawasan, pemantauan serta razia untuk memastikan taknil tersebut bebas dari zat - zat berbahaya dan kadaluarsa.
     
" Kita sudah memasuki puasa yang ketiga, kalau saya lihat makin menjamur atau maraknya pedagang musiman yang berjualan takjil. Kita tidak tahu juga, barang yang dijual tersebut sudah steril atau sehat. Maka dari itu, saya meminta kepada dinas terkait melakukan pengawasan, pemantauan dan razia untuk memastikan makanan yang dijual dapat dikomsumsi buat masyarakat muslim untuk berbuka," ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan Baharuddin SH, Senin (29/5) di Pangkalankerinci.
       
Lanjutnya, pihaknya mendesak, karena tidak ingin ada pihak - pihak yang curang menjual makanan yang kadaluarsa serta menjual makanan dengan menggunakan zat - zat berbahaya. Seperti rhodamin B, formalin, boraks ataupun zat - zat pewarna tekstil yang akan membahayakan kesehatan masyarakat sebagai pembeli.
     
" Untuk itu, maka Dinas Koperasi UKM Perindag Pelalawan bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan dapat menggelar razia takjil ini, sehingga tidak mengkhawatirkan masyarakat karena takjil tersebut memenuhi kriteria sehat. Dan bila perlu, dinas terkait juga dapat segera melakukan koordinasi dengan BPOM Riau untuk melakukan razia makanan dan minuman ini," sebutnya.
     
Sambung, setahu dirinya, kalau tahun lalu dalam razia yang digelar banyak ditemukan penjual makanan ringan yang menggunakan zat - zat pewarna tekstil. 
Maka dari itu, pihaknya tidak mau ada kecolongan lagi.
     
" Dengan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini cendrung sulit, sementara kebutuhan ekonomi semakin banyak, tentunya tidak lagi menghiraukan dampak dari perbuatannya seperti mengejar keuntungan besar, Namun tidak menghiraukan bahan kadaluarsa atau menggunakan zat - zat yang tidak layak konsumsi. Jadi, kita berharap dengan dilakukan razia, tidak ada pihak yang dirugikan terutama sekali para pembeli makanan," tuturnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Pelalawan Drs Zuerman Das menambahkan, pihaknya bersama Diskes Pelalawan akan segera melakukan koordinasi kepada BPOM Riau untuk melaksanakan razia takjil ini. Pasalnya, pelaksanaan ini merupakan kewenangan BPOM Riau.

" Jadi, kalau untuk razia takjil ini, merupakan kewenangan pihak BPOM Riau. Pasalnya, BPOM Riau memiliki alat untuk menguji sample makanan dan minuman yang dijual pedagang sehat atau mengandung bahan berbahaya. Sedangkan kita dari Pemkab Pelalawan berperan untuk melakukan pengawasan serta melakukan pembinaan terhadap para pedagang agar tidak menjual makanan dan minuman yang tidak sehat khususnya yang telah kadaluarsa. Dan tentunya, jika dilapangan ditemukan bahan yang tidak sehat konsumsi dijual pedagang, maka kita akan memberikan sanksi tegas kepada pedagang nakal tersebut.

Namun demikian, kita juga tentunya menghimbau agar masyarakat dapat teliti saat membeli santapan berbuka puasa (takjil,red). Seperti melihat kode produk dan juga masa berlakunya, serta makanan dan minuman dengan warna yang sangat mencolok. Dengan begitu, maka kita dapat terhindar dari makanan dan minuman yang tidak sehat, sehingga ibadah pusa dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya seraya mentakan pihaknya juga akan segera menggelar operasi pasar dalam waktu dekat ini. (MC Riau/Iin)

Berita Terkait