Jumat, 28 Ramadhan 1438 H | 23 Juni 2017

PEKANBARU - Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari dosen, perwakilan ESDM, perwakilan Chevron dan mahasiswa Fakultas Teknik mengikuti workshop berbasis di aula gedung Rektorat Unilak lantai III, Selasa (30/5/2017).

PEKANBARU - Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang telah dirancang oleh pemerintah Indonesia sejak 2012 akan diterapkan di seluruh fakultas yang ada di Universitas Lancang Kuning (Unilak) pada tahun ajaran 2017/2018.

Kepastian itu disampaikan oleh Wakil Rektor I Unilak Dr Junaidi saat membuka workshop KKNI di Fakultas Teknik Unilak, Selasa (30/5/2017). Ia mengatakan, bahwa workshop KKNI menjadi agenda utama akademis di Unilak. Sebab, semua program studi sarjana di Unilak tahun ajaran baru 2017/2018 nanti akan menjalankan kurikulum baru.

"Ini sudah menjadi komitmen Unilak. Berbagai cara kita tempuh, seperti melakukan studi banding dan lokakarya di kampus dengan mendatangkan narasumber dan tokoh-tokoh. Tujuannya untuk mendapatkan informasi apa yang sudah dibuat dimasing-masing kampus," kata Dr Junaidi.

Diceritakannya, bahwa proses KKNI di Unilak sudah dimulai sejak tahun 2016. Bahkan, sudah mendatangkan narasumber dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tentang kurikulum dan beberapa prodi sudah studi banding ke universitas lain.

"Yang terpenting sengaja didatangkan berbagai pihak agar mendapatkan input dan masukan agar lulusan Unilak kritis dan apakah alumni Unilak yang kita hasilkan sesuai kebutuhan kerja, karena KKNI berbasis kinerja,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Teknik Unilak, Hamzah MT PhD berharap agar workshop KKNI di Prodi Elektro Fakultas Teknik ini segera menambahkan kurikulum berbasis KKNI di tahun ajaran baru nanti. "Mudah-mudah bisa cepat diterapkan. Jadi apa yang diharapkan Unilak bisa diwujudkan. Ini juga supaya lulusan di Fakultas Teknik lebih baik kedepannya," tuturnya.

Pembicara dalam workshop ini didatangkan dari Universitas Andalas Padang, yakni Refinaldi Nazir, PhD. Ia mengatakan, bahwa KKNI telah ditetapkan dalam Perpres dan Undang-Undang yang harus diikuti. Dimana, KKNI merupakan semacam standar dari kurikulum di Indonesia yang mau tak mau harus dilaksanakan.

"Kurikulum ini sudah bagus dan jelas capaiannya yang harus dibuat mahasiswa sebagai lulusan. Sehingga mudah bersaing dalam kesempatan kerja, apa yang ada di KKNI terukur semuanya," kata Refinaldi.

Ia juga memberikan masukan bagi Unilak, agar penerapan KKNI dalam penyusunan mata kuliah harus mempertimbangkan masukan, saran dari stakeholder.

"Penyusunan susunan rencana pembelajaran semester ini juga harus melihat kurikulum KKNI nya. Dosen nggak bisa hanya membuat capaian-capaian menurut dirinya sendiri. Tetapi juga harus mengikuti capaian yang ada di kurikulum KKNI sehingga dia terhubung," tandasnya. (MC Riau/rat)

Berita Terkait