Senin, 29 Syawal 1438 H | 24 Juli 2017

Gubernur saat rapat di Sekkab

PEKANBARU - Besok, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman paparkan program kegiatan prioritas nasional bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Jakarta. 

Selain Gubernur Riau, Rapat Terbatas (Ratas) tersebut juga akan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi dan Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Riau Rahmad Rahim. Sementara dari pusat sendiri akan hadir Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, serta berbagai stek holder lainnya.

"Pertemuannya besok di kantor Presiden," kata Rahmad Rahim, Selasa (30/5/17).

Pertemuan besok itu akan dimanfaatkan menyampaikan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Riau yang sampai saat ini tak kunjung tuntas. Hal ini tentunya juga diharapkan, Presiden Jokowi dapat merekomendasikan penyelesaian RTRW yang selama ini tak jelas ujung penyelesaiannya.

"Penetapan lokasi berdasarkan RTRW, inilah juga salah satu fokus kita melaporkan bagaimana RTRW yang selama ini menjadi kendala di Riau bisa difasilitasi," ungkap Rahmad.

Selain itu ada juga paparan terkait penyelesaian sejumlah program strategis nasional yang ada di Riau. Diantara paparan yang akan disampaikan soal kereta api, jalan tol Pekanbaru-Dumai, listrik 50 KVA, sain teknokrat.

"Semua itu sudah berjalan, tapikan ditengah perjalanan ada pertama minta penetapan lokasi seperti rel. Dulukan masalah dengan AURI sudah selesai. Tentu setelah itu pembebasan lahan. Inilah diantaranya kita laporkan dengan pak Presiden," papar Rahmad. 

Menurut Rahmad, semua program prioritas nasional yang ada di Riau terhambat berkaitan dengan RTRW yang belum tuntas. Jika RTRW ini sudah tuntas, tidak hanya persoalan proyek saja dapat diselesaikan. 

Tapi juga pertumbuhan ekonomi juga akan naik, investasi yang hingga saat ini masih ngantri akan mengalir masuk ke Riau.

"Kalau RTRW selesai, investas masuk, indutri berjalan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen bisa jalan," ujarnya.(MC Riau/mtr)

Berita Terkait