Jumat, 28 Ramadhan 1438 H | 23 Juni 2017

DUMAI - Guna melihat kondisi takjil makanan minuman dijual selama bulan puasa ini, Wali Kota Dumai Zulkifli AS bersama Balai POM Provinsi Riau melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar ramadhan.

Saat sidak di Pasar Ramadhan di Jalan Jenderal Sudirman, Zulkifli dan jajaran terlihat berinteraksi dengan sejumlah pedagang makanan dan minuman.

"Kami berharap seluruh pedagang pasar ramadan agar tidak menjual makanan yang mengandung bahan pengawet atau bahan berbahaya, dan berdaganglah jujur dan menyehatkan," kata wali kota, Selasa kemarin.

Dalam peninjaun itu, BPOM Riau bersama Dinas Perdagangan mengambil beberapa sampel makanan dan minuman dari pasar ramadan untuk dilakukan uji lab mengandung boraks apa tidak.

"Peninjauan ini untuk memastikan jajanan di pasar ramadan bebas dari boraks, dan diambil juga beberapa sample untuk diuji kelayakannya," sebut Zulkifli.

Kepala daerah mengimbau seluruh pedagang pasar ramadan untuk selalu menjaga kebersihan selama berjualan, karena tentunya juga sebagai tempat untuk mencari rezeki bagi masyarakat tempatan untuk menambah pemasukan sumber ekonomi keluarga.

"Dengan pasar ramadhan ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan bagi masyarakat yang berjualan," ujarnya.

Sementara, petugas BPOM Riau dan Disdag mengambil 22 jenis makanan dari dua lokasi yang berbeda untuk melihat apakah ada kandungan zat berbahaya atau tidak.

BPOM Adrizal mengatakan, untuk sample yang dilakukan pengujian di pasar ramadahan jalan Jendral Sudirman pihaknya mengambil 15 jenis makanan, dilanjutkan mengambil sample di pasar ramadhan Marlan Jaya.

“Saat kita berada di pasar ramadhan Marlan Jaya, tujuh jenis makanan yang kita ambil sample untuk dilakukan uji kelayakannya,” jelasnya.

Pemeriksaan ini diambil tidak lain untuk menyakinkan makanan yang dijual tidak mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Sebanyak 22 jenis makanan yang dijadikan sampel akan kita periksa di laboratorium milik bpom propinsi riau,” sebutnya. (MC Riau/ar)

Berita Terkait