Senin, 29 Syawal 1438 H | 24 Juli 2017

PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman gelar silaturahmi dengan jemaah Mesjid Arafah, di Jalan Hang Tuah, Kota Duri Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (1/6/17).

Orang nomor satu di Riau ini banyak berbicara soal program perencanaan pembangunan, khususnya hasil pertemuan rapat terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo di Jakarta kemarin. 

Namun ketika Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman ini mempersilahkan jemaah bertanya, muncul salah seorang yang mengaku bernama Sunardi, dengan profesi guru bantu Provinsi Riau yang mengajar di SD 65, Kelurahan Petani Kecamatan Mandau. 

Sunardi berkeluh kesah, perihal dirinya yang sudah lima bulan belum menerima honor selama lima bulan. Menurutnya, tak hanya dirinya, rekan-rekan seprofesinya juga sudah kebingungan 

"Pak Gubernur, saya guru bantu provinsi, kami sudah lima bulan belum terima gajian. Kami sudah bingung pak," kata Sunardi, yang saat itu juga didengar langsung Bupati Bengkalis, Amril Mukminin.

Menurut Sunardi lagi, selama lima bulan tak mendapatkan honor, terkadang dia harus pandai-pandai mencari uang menjadi tukang ojek. Terkadang juga bisa juga mencari pekerjaan tambahan lainnya, agar bisa bertahan hidup.

"Saya rumah masih menyewa, terkadang agar bisa bertahan hidup terpaksa saya ngojek," ungkap Sunardi yang saat itu sempat terisak-isak mengeluhkan persoalan yang dihadapinya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Gubernur Riau mengatakan bahwa Pemprov Riau melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sudah menyediakan anggaran melalui Bantuan Keuangan (Bankeu). 

Pemkab Bengkalis sendiri menurutnya, sudah mengajukan proses pencairan untuk guru bantu tersebut. Ada pun daerah yang belum mengajukan proses pencairan yakni Siak, Rohil dan Kuantan Singingi.

Sementara untuk delapan daerah lainnya sudah lama mengajukan proses pencairan serta sudah membayarkan hak-hak para guru bantu tersebut.(MC Riau/mtr)

Berita Terkait