Senin, 29 Syawal 1438 H | 24 Juli 2017

PEKANBARU - Presiden RI Joko Widodo minta Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Riau dipercepat penyelesaiannya. 

Bahkan Senin depan, tim Pemprov, Pansus RTRW bersama Dirjend Planologi mulai membahas, untuk menindaklanjuti arahan Presiden tersebut. 

"Senin nanti tim kita dan pansus mengadakan pertemuan dengan Dirjen Planologi," kata Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman, Kamis (1/6/17).

Perlunya percepatan pembahasan RTRW tersebut mengingat merupakan faktor utama penghambat proyek strategis nasional di Riau. Selain itu, antrian investasi juga gagal masuk karena RTRW.

"RTRW ini memang harus dipercepat penyelesaiannya. Bu Menteri (LHK) sudah menjelaskan kepada pak Presiden, pak Presiden bilang kapan selesainya. Bu Menteri jawab satu bulan tuntas. Presiden lalu bilang lagi, bisa lebih cepat lagi. Rupanya target tetap satu bulan," ungkap Andi.

Menurut Andi, sejumlah proyek strategis nasional di Riau cukup banyak. Diantaranya, jalan tol Pekanbaru-Dumai, rail way, Kawas Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Dumai, Pelabuhan Kuala Enok serta Bendungan Rokan Kiri yang ada di Rokan Hulu termasuk soal Saluran Tegangan Tinggi (Sutet) PLN. Semuanya terhambat penuntasannya karena RTRW.(MC Riau/mtr)

Berita Terkait