Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

Kepala BPS Riau, Aden Gultom, saat memaparkan NTP di Provinsi Riau selama bulan Mei 2017 yang lalu

Pekanbaru - Pada bulan Mei 2017, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau adalah sebesar 101,98 atau turun sebesar 1,09 persen dibandingkan NTP April 2017, yakni sebesar 103,10.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom, pada Rapat Penyelenggaraan Statistik di Ruang Rapat BPS Provinsi Riau, Jumat (2/6).

"Penurunan NTP ini disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,90 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen dibandingkan bulan April 2017," terang Aden.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Aden bahwa NTP pada bulan Mei 2017 sebesar 101,98 ini dapat diartikan kondisi kesejahteraan petani relatif lebih baik dibandingkan pada tahun 2012 dan pada bulan Mei 2017 mengalami surplus sebesar 1,98 persen.

"Surplus ini terjadi pada petani subsektor perikanan sebesar 115,92, subsektor tanaman pangan sebesar 103,37, dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 103,31," jelasnya.

Kemudian Aden merincikan penurunan NTP di Provinsi Riau pada bulan Mei 2017 terjadi pada seluruh subsektor penyusunan antara lain; subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan NTP sebesar 1,55 persen, subsektor holtikultura mengalami penurunan NTP sebesar 1,19 persen, subsektor peternakan mengalami penurunan NTP sebesar 0,20 persen, subsektor tanaman pangan mengalami penurunan NTP sebesar 0,15 persen dan subsektor perikanan mengalami penurunan NTP sebesar 0,06 persen.

"Jika dibandingkan dengan 10 Provinsi lainnya di Pulau Sumatera, NTP Provinsi Riau menduduki peringkat ke-2 di bawah Provinsi Lampung," ungkapnya.

Adapun secara keseluruhan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Riau mengalami penurunan sebesar 0,91 persen, yaitu dari 114,06 pada April 2017 menjadi 113,03 pada Mei 2017. (MC Riau/Zak)

Berita Terkait