Senin, 1 Syawal 1438 H | 26 Juni 2017

Bangkinang - Di bulan Ramadan, masih saja ada kafe remang-remang yang beroperasi. Hal ini membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kampar marah. Para personil menyeruduk kafe itu, Jumat (2/6) dinihari.

Salah satu kafe remang-remang yang masih beroperasi di kawasan Tapung. Di lokasi ini, pada Kamis malam itu, ada dua kafe yang beroperasi. Di dalam kafe, ditemukan dua pasang, wanita malam dan lelaki hidung belang tengah bermesraan.

Kepala Satpol PP Kampar M Jamil melalui Kabid Trantibumas Satpol PP Kampar, Ahmad Zaki mengatakan, ada dua orang wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK) dari kafe tersebut. Mereka diamankan kantor di Satpol PP Kampar.

"Dua orang wanita malam ini yakni WS (20) dan DA (20). Dua wanita ini sedang melayani dua lelaki hidung belang di kafe itu," kata Ahmad Zaki saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (2/6).

Zaki menjelaskan, saat itu personil langsung mengangkut dua orang wanita malam itu. Kemudian, dua lelaki hidung belang diperiksa. Saat diperiksa, lelaki yang diketahui bernama Parlin dan Hendrik, memiliki pirex atau alat menggunakan narkoba jenis sabu.

"Mereka yang pengguna sabu ini, kita antarkan ke Polres Kampar. Kita berikan barang bukti dan sepeda motor ke polisi. Karena ini sudah ranah hukumnya Polres Kampar. Biar polisi yang menyelidiki mereka," kata Zaki.

Selain dua lelaki hidung belang dan dua wanita malam, sepasang suami istri di yang diduga germo juga diamankan Satpol PP Kampar. Mereka yakni ZF (43) dan EL (42). Pasangan suami istri ini diamankan di sebuah kafe.

"Kafe mereka ini informasinya sering menyediakan wanita malam. Makanya kita amankan," sebut Ahmad Zaki.

Zaki menjelaskan, razia yang dilakukan ini dalam rangka memberikan kenyamanan kepada umat muslim melaksanakan ibadah puasa. Oleh karena itu, hal-hal yang berbau maksiat ditertibkan. Salah satunya kafe remang-remang.

"Sebelum Ramadan, kita juga sudah gencar lakukan razia ini. Kita juga sudah wanti-wanti untuk tidak beroperasi. Tapi mereka madar juga. Masih buka di bulan Ramadan. Ini harus kita berikan sanksi, agar mereka jera," kata dia.

Zaki juga mengakui, memang sudah banyak kafe yang tidak beroperasi selama Ramadan. Rata-rata, mereka sudah jera dan mengindahkan peringatan dari Satpol PP. Tapi ada juga yang belum jera, dan masih buka selama Ramadan.

Sementara dua orang wanita malam yang diamankan Satpol PP yakni WS dan DA mereka bukanlah PSK. Mereka hanya sebagai pelayan di kafe tersebut. Sedangkan PSK katanya, menggunakan sistem order.

"Yang free land banyak bang. Ada 15 orang. Kalau ada yang order, baru mereka datang. Saya tidak kenal, saya baru tiga bulan kerja di sini," kata mereka.(MC Riau/Ajep)

Berita Terkait