Minggu, 28 Syawal 1438 H | 23 Juli 2017

PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau berencana tidak akan mengukuhkan kepala sekolah SMA/SMK negeri yang sudah mendekati masa pensiun. Hal ini juga menjadi alasan kenapa Pemerintah Provinsi sampai saat ini belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepala sekolah.

“Nanti ternyata sudah pensiun ya kita jadi bikin SK ulang lagi. Ini kan merepotkan,” kata Plt Kepala Disdik Riau, Rudyanto, Rabu (7/6) kemarin dikantornya.

Tak hanya soal masa pensiun, Disdik juga masih menelaah data kepala sekolah yang ada saat ini. Dengan tujuan, pengukuhan nanti tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

Rudyanto menjelaskan, sebenarnya data kepala sekolah SMA/SMK negeri itu sudah sampai ke tangan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman beberapa waktu lalu. Hanya saja, Gubernur belum yakin data yang diserahkan itu telah memenuhi ketentuan tentang pengangkatan kepala sekolah.

“Sebenarnya sudah pernah di tangan Gubernur. Hanya saja Gubernur curiga ada yang tidak sesuai ketentuan. Setelah diperiksa, ternyata memang benar ada yang tidak sesuai ketentuan. Makanya, saya diminta menelaah lagi data yang masuk itu,” kata dia.

Rudyanto juga mengakui tidak mudah menelaah data kepala sekolah tersebut. Apalagi jumlahnya hampir 500 orang di seluruh kabupaten/kota. Dengan jumlah yang tak sedikit itu, tentu butuh waktu yang cukup lama untuk memverifikasi informasi yang masuk ke Disdik terkait kepala sekolah yang akan dikukuhkan.

Contohnya, Disdik harus memastikan apakah saat diangkat oleh pemerintah kabupaten/kota dulu mereka memang sudah memenuhi syarat sebagai kepala sekolah atau tidak. “Apakah sudah memiliki sertifikat calon kepala sekolah atau belum?” tegasnya.

Karena itu, Rudyanto meminta semua pihak tetap sabar menunggu proses yang tengah dilakukan Disdik. Dia juga memastikan bahwa Disdik masih memiliki waktu yang cukup untuk memverifikasi. Karena waktu penandatangan ijazah pun masih cukup lama. (MC Riau/mad)

Berita Terkait