Senin, 28 Dzulqo'dah 1438 H | 21 Agustus 2017

PELALAWAN - Saat ini, percepatan pembangunan Technopark dikabupaten Pelalawan membutuhkan akselerasi yang tepat. Pasalnya, percepatan pembangunan Technopark Pelalawan yang sudah dimulai sejak tahun 2012, berjalan cukup lambat. 

Dimana Technopark Pelalawan dengan luas sekitar 3750 Hektar, baru berdiri satu gedung yaitu Gedung ST2P namun belum ada aktivitas di dalam Kawasan. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah akselerasi agar Techno Park Pelalawan ini dapat berwujud dan berfungsi sebelum Tahun 2019 berakhir.  

Sehingga paling tidak aktifitas-aktifitas di Kawasan Techno Park ini sudah bergeliat sebelum akhir 2017 menuju Pelalawan Emas (Ekonomi, Mandiri, Aman dan Sejahtera).

Informasi ini dibeberkan Direktur Pusat Teknologi Kawasan Spesifik (PTKS) – BPPT RI Dr Ir Iwan Sudrajat, Kamis (8/6) di Pangkalankerinci. Katanya, aklerasi menjadi sangat penting dalam rangka melakukan percepatan pembangunan Technopark Pelalawan. Dimana percepatan pembangunan Technopark Pelalawan tersebut, perlu dilakukan inovasi perubahan dalam proses bisnis pelaksanaan pembangunannya. 

" Sedangkan untuk mempercepat pembangunan Technopark Pelalawan ini, ada empat aspek proses bisinis yang akan dibenahi yaitu terkait Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management), Manajemen Proyek (Project Management), Kerja berbasis Kinerja (Performance Based Task) dan Sinkronisasi Kegiatan Mitra termasuk peningkatan kooridinasi antar OPD. Dan alhamdulillah, dalam pelaksanaan Kick Off Meeting tersebut, telah dicapai kesepakatan antar para Kepala OPD Kabupaten Pelalawan," ujarnya.

Lanjutnya, untuk mengakselerasi pembangunan Teknopolitan/Techno Park Pelalawan, maka perlu ditunjuk OPD penanggung jawab perzonasi di Kawasan Technopark. Dengan demikian, maka akan terjadi peningkatan sinergi antar OPD dalam mendorong percepatan pengimplementasian hal-hal yang telah dituangkan dalam Master Plan Kawasan Teknopolitan Pelalawan.

" Jadi, melalui inisiatif inovasi perubahan ini, maka diharapkan masyarakat dikabupaten Pelalawan akan segera merasakan manfaat dari Technopark Pelalawan yang tujuannya untuk memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat di Negeri Seiya Sekata ini," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Kepala Bappeda Pelalawan Ir M Syahrul Syarif menambahkan, pembangunan technopark ini memiliki fungsi sebagai center of excellence (kerjasama dunia usaha/swasta-Pemerintah-Perguruan tinggi). 

Dimana pembangunan Technopark Pelalawan ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing industri manufaktur nasional yang fokus pengembangannya disesuaikan dengan potensi sektor yang sedang berkembang di kabupaten Pelalawan.

Dan keberadaan technopark, merupakan salah satu program nawacita presiden Joko Widodo yang akan dilakukan pembangunan dan pengembangan yang berada di Kabupaten Pelalawan dengan luas lahan 3750 hektar. 

Dan lahan technopark yang ada dipelalawan ini merupakan yang terluas di Indonesia dari 22 techno park yang akan dikembangkan diwilayah lainnya yakni mencapai 3700 hektar lebih dan ini mendapat apresiasi dari pemeintah pusat.

" Sedangkan pelaksanaan Kick off meeting yang telah digelar tersebut, merupakan bentuk keseriusan kita didalam pengembangan technopark di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, meskipun ini merupakan pekerjaan yang berat. Namun semuanya akan dapat kita wujudkan dengan optimisme yang tinggi dan kerja keras semua pihak," tuturnya.

Technopark Pelalawan, sambung HM Harris, sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu dan saat ini menunjukkan wujudnya sebagai kawasan sentra pengembangan IPTEK dan inovasi yang kemudian akan berpadu dengan kegiatan produktif yang akan meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

" Jadi, sebagai program unggulan dalam rangka meningkatkan daya saing daerah, maka pembangunan technopark Pelalawan menerapkan konsep baru dalam manajemen pengembangannya yakni adanya pendelegasian penanggung jawab zona kepada perangkat daerah terkait. Dan kita dari Pemkab Pelalawan tentunya sangat setuju dengan konsep ini. Dengan demikian, maka akan terjadi pendistribusian kewenangan, sehingga tidak tertumpuk satu OPD tertentu saja yang mungkin menjadi berat dan sulit mencapai keberhasilan. Untuk itu, kita berharap pembangunan technopark Pelalawan ini dapat berjalan lancar sehingga dapat menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Riau khususnya kabupaten Pelalawan dalam menjalani persaingan global," pungkasnya. (MC Riau/Iin)

Berita Terkait