Minggu, 28 Syawal 1438 H | 23 Juli 2017

TEMBILAHAN - Bersama Gubernur Riau (Gubri), Arsyadjuliandi Rachman, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan melaksanakan Shalat Tarawih berjama'ah di Mesjid Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP), Tembilahan, Kamis (8/6/2017) malam.

Kedatangan Gubri kali ini adalah dalam rangka safari Ramadhan 1438 Hijriyah (H) dan buka puasa bersama masyarakat Kabupaten Inhil yang sebelumnya digelar di kediaman dinas Bupati Kabupaten Inhil, Tembilahan.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam penyampaiannya mengatakan, Dirinya beserta jajaran di Pemerintahan Provinsi Riau telah berupaya untuk mempromosikan segala potensi daerah kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas yang diadakan belum lama ini di Jakarta.

"Saya menjelaskan kepada Presiden, bahwa posisi Provinsi Riau ini sangatlah strategis, dengan segala potensi yang ada, mulai dari potensi kelautan, perkebunan dan juga migas," ujarnya dihadapan puluhan jema'ah shalat teraweh di Mesjid YAMP, Tembilahan.

Tak hanya dari sisi potensi, dari segi letak geografisnya pun, dikatakan Gubernur, Provinsi Riau juga merupakan sebuah daerah yang strategis. Provinsi Riau, lanjutnya, berada berdekatan dengan Singapura dan Malaysia yang notabene merupakan negara yang maju jika ditinjau dari segi perdagangan.

"Untuk itu, dari segala potensi yang ada ini, saya meminta kepada Pemerintah Pusat agar dapat memberikan perhatiannya kepada Provinsi Riau sehingga daerah kita ini dapat lebih cepat berkembang menjadi suatu daerah yang maju dari segala aspek," ujar Gubri.

Selain membahas mengenai potensi Provinsi Riau, Gubri juga menyoroti kemerosotan pendapatan daerah Provinsi Riau yang terjadi beberapa tahun belakangan. "Penurunan pendapatan ini dipengaruhi oleh sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sistem fiskal Indonesia. Kondisi ini diperparah lagi dengan harga komoditas perkebunan yang anjlok," terang Gubri.

Kendati demikian, Gubri tetap menunjukkan optimismenya dengan mengatakan bahwa pihak Pemerintah Provinsi Riau dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten dan Kota akan terus berupaya mengembalikan keuangan daerah dalam kondisi prima guna melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.

Usai sambutan oleh Gubernur Riau, sejumlah mesjid di kawasan Kabupaten Inhil memperoleh bantuan yang berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bank Riau - Kepri sebesar Rp. 25.000.000,- yang diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan secara simbolis.

Menanggapi hasil rapat terbatas yang dilakukan oleh Gubernur Riau dengan Presiden Joko Widodo tersebut, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengatakan, terdapat 2 (dua) peluang pengembangan sektoral yang dapat dilakukan kedepan, yakni sektor kepelabuhanan dan perkelapaan.

"Peluang pada sektor pelabuhan ini terdapat pada pelabuhan Samudera yang sedang dibangun di Kuala Enok. Sedangkan, untuk sektor perkelapaan, ini memang sudah menjadi fokus kita sejak saya menjabat sekitar 3 tahun lalu," ujar Bupati di kediamannya usai shalat Tarawih berjama'ah.

Bahkan, Bupati Wardan optimistis, Presiden Joko Widodo akan turut menghadiri penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional yang rencananya akan digelar September mendatang dalam rangka memperingati Hari Kelapa Se - Dunia.

"Sepertinya ada peluang untuk kita mendatangkan RI 1 (Presiden, red). Hal itu terlihat saat pertemuan yang kami laksanakan beberapa waktu lalu dengan pemerintah pusat di Jakarta dalam rangka persiapan kegiatan Festival Kelapa Internasional ini," ungkap Bupati.

Yang lebih mengejutkan lagi, Bupati Wardan membeberkan, Pihak Pemerintah Kabupaten Inhil saat ini tengah merumuskan rancangan pelaksanaan pengembangan Mega Proyek Perkelapaan yang dalam waktu dekat akan segera rampung.

"Setelah rancangan tersebut rampung, pihak pemerintah Kabupaten Inhil akan menawarkan konsepsi tersebut kepada Presiden saat kunjungannya dalam Festival Kelapa Internasional nanti. Semoga saja, pak Presiden tertarik menggelontorkan dana pengembangan untuk menindaklanjuti rancangan tersebut," beber Bupati.

Paling tidak, dikatakan Bupati, dengan telah diselesaikannya grand design pengembangan perkelapaan ini, para investor domestik dapat berinvestasi pada sektor perkelapaan di Kabupaten Inhil.

"Jadi, untuk jajaran saya di Pemerintahan Kabupaten Inhil diharapkan dapat bekerja keras. Karena saya sangat serius menangani sektor perkelapaan ini. 3 tahun kepemimpinan saya, saya fokus pada sektor perkelapaan, mulai dari mengatasi permasalahan yang terjadi hingga pada aspek pengembangan," tutupnya.(MC Riau/zul)

Berita Terkait