Kamis, 27 Ramadhan 1438 H | 22 Juni 2017

TAMBUSAI UTARA- Masyarakat desa Mahato kecamatan Tambusai Utara meminta kepada Pemerintah kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu untuk mendefenitifkan delapan desa persiapan yang ada di desa Mahato.

Masyarakat, kata Firiadi sudah 6 tahun menunggu defenitifnya desa persiapan yang ada di desa Mahato. Untuk itu, Dia berharap kepada Bupati Rohul, H. Suparman untuk dapat mendorong agar secepatnya Pemkab Rohul membuat Peraturan Bupati (Perbup) tentang pendefenitifan desa persiapan itu.

“Saat ini prosesnya sudah berjalan, namun sekarang tinggal menunggu Perbup yang dikeluarkan oleh pak Bupati Rohul, kalau syarat-syaratnya sudah dilengkapi, tinggal nunggu Perbup saja,” ungkap kepala desa Mahato, Firiadi saat memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadan Pemkab Rohul di Masjid Asy-Syuhada Desa Mahato kecamatan Tambusai Utara, Kamis (8/6/2017) malam.

Dimana Safari Ramadan itu dipimpin langsung Sekretaris Daerah, Ir. Damri Harun yang mewakili Bupati Rokan Hulu, H. Suparman, S.Sos. M.Si. Tanpak hadir juga dalam kegiatan itu, ketua DPRD Rohul, Kelmi Amri SH, kepala Badan, Dinas dan Kantor di lingkungan Pemkab Rohul.

Selanjutnya, Camat Tambusai Utara, Kapolsek Tambusai Utara, Danramil 11 Tambusai, para kepala Desa di kecamatan Tambusai Utara, tokoh masyarakat, tokoh adat dan ratusan masyarakat desa Mahato lainnya.

Firiadi mengaku dengan lamanya proses pendefenitifan, membuat pelayanan kepada masyarakat di desa Mahato menjadi tidak maksimal, sebab luas wilayah yang dilayani di desa Mahato hampir sama dengan wilayah satu kecamatan.

"Selain tidak maksimalnya pelayanan kepada masyarakat, akibat tidak defenitifnya desa persiapan, anggaran pembangunan desa berkurang, sebab dengan luasnya desa Mahato tak sebanding dengan anggaran yang ada. Jadi kalau 8 desa persiapa sudah defenitif maka secara otomatis anggaran yang masuk juga akan besar," ucapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Rohul, Kelmi Amri mengaku saat ini prosesnya sudah berjalan, baik administrasi, teknis dan syarat lainnya sudah lengkap, tinggal sekarang menunggu Perbup yang ditandatangani oleh Bupati Rohul.

"Kita minta Perbup pemekaran desa persiapan menjadi desa Defenitif untuk segera ditandatangani, sehingga prosesnya bisa ketahap berikutnya, yakni ketingkat provinsi Riau untuk mengeluarkan nomor registrasi desa dan selanjutnya Pemkab Menyusun Perda dan diajukan ke DPRD lagi," ungkap Kelmi.

Dikatakan Kelmi, untuk Rohul sendiri ada sekitar 30 desa pemekaran yang sudah diajukan, namun khusus untuk di desa Mahato ada 8 desa persiapan yang menjadi skala prioritas karena luas wilayahnya tak memungkinkan dipimpin oleh seorang kepala desa. 

Menyikapi permintaan itu, Sekretaris Daerah Rohul, Damri Harun mengaku selaku tim verifikasi desa persiapan mengaku saat ini prosesnya masih berjalan, namun masih ada desa yang belum melengkapi persayaratan.

"Khusus untuk desa persiapan yang ada di desa Mahato sudah layak dimekarkan, karena melihat luas wilayah dan penduduknya tidak memungkinkan untuk dipimpin oleh seorang kepala desa," ungkap Sekda Damri dalam sambutannya.(MC Riau/sal)

Berita Terkait