Jumat, 28 Ramadhan 1438 H | 23 Juni 2017

BENGKALIS - Komandan Komando Resort Militer (Danrem) Wirabima 031, Brigjen Abdul Karim saat Safari Ramadan di Bengkalis sampaikan tiga hal yang menjadi perhatian aparat TNI/Polri, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

"Pertama, Personil TNI, Polri dan Aparatur Pemerintah Daerah, harus selalu menjalin silaturrahmi dan komunikasi yang baik dalam menjaga daerah tetap kondusif. Jangan sampai pecah," ujar Beigjen Abdul Karim.

Kedua, lanjut jenderal bintang satu ini, selama ini Kabupaten Bengkalis dikenal sebagai daerah tenang dan tidak menghanyutkan, namun akhir-akhir ini mulai tercium dan terkenal sebagai salah satu daerah menjadi pintu masuk narkoba terbesar.

Terkait dengan persoalan ini, seluruh elemen, khususnya TNI harus selalu waspada dan menyatakan perang dengan narkoba.

"Sebagaimana tekad TNI, menyatakan perang terhadap narkoba, maka hal ini juga harus semakin ditingkatkan di Kabupaten Bengkalis. Harus disikat habis," tambahnya.

Kemudaian, yang terakhir, kepada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah, harus selalu mewaspadai paham-paham teroris di Kabupaten Bengkalis. Karena tidak menutup kemungkinan, Bengkalis sudah disusupi aliran ini.

"Kami berpesan, mulai Rukun Tetangga (RT) sampai ke Kepala Daerah, untuk lebih jeli dan waspada dengan aliran yang memecah belahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Untuk para RT, harus mengetahui identitas penduduk yang bermukim di tempatnya. Jangan sampai kecolongan," tegasnya.

Danrem kembali mengingatkan, agar aparat pemerintahan di desa mulai dari tingkat RT dan RW, agar mengaktifkan tamu wajib lapor 2 x 24 jam. Hal ini sangat penting, agar aparatur pemerintah mengetahui keberadaan tamu yang datang di wilayahnya.

Selain itu, para RT, RW, kepala desa, camat dan sampai kepada pemerintah daerah, Danrem menghimbau agar tidak membiarkan kelompok-kelompok perusak dengan mudah masuk di daerah ini.

Menaggapi pesan-pesan tersebut, Plt Sekda mengaku bahwa pemerintah daerah siap lebih waspada dan melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti sosialisasi dan imbauan terhadap seluruh masayrakat Negeri Junjungan.

"Bupati pun sudah meminta Aparatus Sipil Negara di Kabupaten Bengkalis, untuk memerangi narkoba, bila ada yang kedapatan menggunakan atau bahkan mengedarkan, selain diproses secara hukum, juga akan diberikan sanksi sesuai ketentuan pegawai. Apa bila honorer, maka tidak menutup kemungkinan akan diberhentikan," jelas Arianto usai mengikuti buka bersama di Kodim 0303/Bengkalis.

Mengenai kewaspadaan terhadap kelompok radikal, Plt Sekda juga mengatakan bahwa Bupati sudah memberikan pesan kepada camat, akan hal itu. Demikian juga dalam membantu memberikan rasa aman kepada masyarakat, agar desa-desa kembali mengaktifkan siskamling dilingkungannya.

"Ini beberapa upaya yang tetap kita lakukan beriringan dengan jajaran TNI, Polri dan lapisan masyarakat pada umumnya. Dan tentunya, sebagaimana pesan Danrem tadi, Alhamdulillah, kita terus dan terus menjaga hubungan dan komunikasi dengan baik kepada aparat penegak hukum dan masayrakat, karena hal ini memang sangat diperlukan dalam mewujudkan rasa aman terhadap daerah ini," jelasnya.(MC Riau/man)

Berita Terkait