Kamis, 27 Ramadhan 1438 H | 22 Juni 2017

PEKANBARU - Rendahnya harga minyak kedelai dan penguatan ringgit Malaysia menjadi faktor eksternal yang memengaruhi penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) di Provinsi Riau pada periode 7 Juni hingga 13 Juni 2017.

Dikatakan Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Mutu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ir Rina Rosalina, bahwa minyak kedelai merupakan komoditas substitusi (pengganti, red) CPO.

Sehingga rendahnya harga minyak kedelai yang tercatat menyentuh level terendah dalam enam bulan terakhir membuat pelaku pasar sesaat berpaling dari CPO.

"Akhirnya mereka lebih memilih minyak kedelai untuk dikonsumsi," kata Rina Rosalina di Pekanbaru, Sabtu (10/6/2017)

Belum lagi beberapa waktu terakhir, lanjut Rina, ringgit Malaysia catatkan penguatan sehingga efeknya CPO yang diperdagangkan dengan ringgit Malaysia jadi tertekan karena dinilai terlampau mahal.

"Akibatnya harga TBS mengalami penurunan sekitar Rp62,54 per kilogram untuk kelapa sawit umur 10-20 tahun. Dengan harga CPO Rp7.826,54 dan harga Kernel Rp6.053,53," tuturnya. (MC Riau/rat)

Berita Terkait