Senin, 28 Dzulqo'dah 1438 H | 21 Agustus 2017

SIAK- Dua murid SD Sains Tahfiz Islamic Center (STIC) Madinatul Ulum Kabupaten Siak, masuk babak final Olimpiade Sains Kuark (OSK) yang berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu 10-11 Juni 2017 di Universitas Pembangunan Jaya, Tanggerang.

Dua orang murid itu adalah, Muhammad Fatih Arroyan (kelas 2) untuk level 1 dan Fazila Nisa (kelas 4) untuk level 2, mereka didamping guru pembimbing Yesti Yevira dan Kepala Sekolah Anisa Fitri Nurhalida serta orang tua masing-masing.

Kepala Sekolab Anisa mengatakan OSK adalah olimpiade bidang sains/IPA tingkat SD, merupakan acara tahunan yang digelar oleh PT Kuark Internasional di Jakarta.

“Ada tiga tahapan yang harus dilalui bagi peserta, tahap penyisihan diikuti sebanyak 93 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Tahap semifinal menyisakan 45 ribu orang dan tahap final yang diundang ke Jakarta sekitar 300 orang yang memiliki nilai tertinggi," jelasnya.

Ia menyebutkan, SD Sains Tahfiz Islamic Center (STIC) Madinatul Ulum Siak, sudah empat kali jadi finalis, kami selalu melakukan pembinaan kepada murid-murid yang dilakukan setiap minggu dalam jadwal ekstrakurikuler.

Menurut Nisa, OSK dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk mendorong anak- anak meraih kualitas yang lebih baik. bukan soal kalah dan menang, melainkan tentang menikmati proses belajar, sekaligus bisa memotivasi anak-anak yang lain.

Sementara Bupati Siak Syamsuar berharap melalui kompetisi tersebut anak-anak akan lebih mencintai sains.Dirinya selalu mendukung, anak-anak Siak yang mengikuti kompetisi, baik dibidang pendidikan maupun olahraga.

"Tentunya saya mendukung  dan bangga anak-anak kita bisa bersaing ditingkat nasional, 
terobsesi ingin meningkatkan mutu pendidikan di Siak menjadi yang terbaik, sehingga bisa sejajar dengan sekolah favorit baik di Riau maupuan di tingkat nasional ,"katanya.

Syamsuar ingin anak Siak menjadi generasi muda yang hebat, bisa membuat dan menciptakan hal baru yang bisa bermanfaat, seperti anak dari Aceh yang membuat pohon kedondong jadi sumber energi listrik.

Dirinya optimistis apabila anak-anak Siak selalu mengikuti kompetisi sains tersebut, mutu pembelajaran sains bisa meningkat secara signifikan.(MC Riau/nin)

Berita Terkait