Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

ROHIL-Masyarakat Tionghua Bagansiapiapi mempercayai bahwa sumber rezeki lebih banyak dilaut daripada didarat tahun ini. Peruntungan itu dilihat dari pelaksanaan ritual Bakar Tongkang, yakni tiang kapal jatuh mengarah ke laut.

Iven wisata tahunan Bakar Tongkang yang dibuka langsung Bupati Rohil H Suyatno, Minggu (11/6/2017), di Bagansiapiapi. Pada kesempatan itu turut hadir Forkopimda Propinsi Riau dan tamu undangan lainya.

Sebelum prosesi ritual bakar tongkang dimulai, para tamu undangan dipersilahkan naik ke atas replika kapal untuk mendapat doa agar kedepanya lebuh sukses dan berhasil dalam melaksanakan tugas.

Setelah turun dari kapal, akhirnya kapal dibakar dan ribuan tamu yang sudah memadati areal pun melemparkan dupa sembari berdoa." Mereka belum meningalkan areal sebelum tahu arah tiang kapal jatuh kemana," ungkap tokoh Masyarakat Tionghua Bagansiapiapi, Siswaja Muljadi, Minggu (11/6/2017).

Menurutnya, prosesi pelaksanaan ritual tadi, terlihat dua tiang kapal replika yang sudah terbakar jatuh mengarah ke laut. Artinya, dipercaya bahwa rezeki lebih banyak dilaut.

"Meski tiang jatuh kelaut bukan berarti didarat tidak ada rezeki, tetap ada hanya kepercayaan masyarakat mungkin lebih banyak di laut," ungkap pria yg akrab disapa Aseng ini.

Anggota DPRD Riau ini menambahkan, bahwa pelaksanaan tradisi ritual bakar tongkang merupakan iven wisata nasional yang harus dilestarikan. Ritual ini sudah dilaksanakan secara turun temurun dari generasi ke generasi sebagai suatu penghormatan terhadap leluhur.

"Intinya iven Bakar Tongkang harus dilestarikan dan dijaga, karena ini merupakan aset daerah yang tidak ternilai harganya. Dimana setiap tahunya ribuan wisatwan datang dari berbagai penjuru dunia," jelasnya.(MC Riau/way)

Berita Terkait