Kamis, 27 Ramadhan 1438 H | 22 Juni 2017

Yefri Nelwin

PEKANBARU - Dinas pendidikan salurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari APBN untuk 64 sekolah di Provinsi Riau. Total ada Rp 21 miliar lebih yang disalurkan untuk tingkat SMA tersebut.

“Dana ini disalurkan untuk pembangunan ruang kelas belajar (RKB) dan meubilier. Lalu rehabilitasi sekolah, dan peralatan pendidikan,” ungkap Kepala Bidang Pembina SMA Dinas Pendidikan Riau, Yefri Nelwin, Selasa (13/6/2017).

Sistem pelaksanaan dilakukan secara swakelola dibantu oleh Panitia Pembangunan Sekolah (P2S). Dimana timnya selain kepala sekolah, juga ada guru dan masyarakat yang melakukan hal teknisnya. “Jadi kita tidak melakukan proses lelang,” kata dia.

Menurut Nelwin, pembiayaannya per paket/ruang/unit sekitar Rp 180 juta. Biaya itu ditujukan untuk pengelolaan, perencanaan dan pengawasan. Di tiap sekolah, ada yang menerima satu atau dua unit pengerjaan.

Penerima DAK ini berasal dari usulan sekolah yang disampaikan melalui Disdik Riau tahun sebelumnya. Kemudian dianalisa dan disetujui oleh kementerian lalu disampaikan lagi oleh Disdik Riau.

Penyaluran DAK ini paling lambat 21 Juli dalam bentuk tunai. Dimana Kepala Sekolah meneken MoU dengan Disdik. Selanjutnya, dana yang disalurkan dengan tiga tahap itu dikelola oleh pihak sekolah. Kemudian, pihak sekolah mempertanggungjawabkan penggunaan dana ke Disdik dan kementerian.

Nelwin menegaskan, Disdik tetap akan melakukan monitoring untuk memastikan dana terpakai dengan baik. Dia mengimbau pihak sekolah mengerjakan sesuai aturan dan ketentuan berlaku. Karena jika berhasil tahun ini, maka kementerian akan lebih memperhatikan Riau dengan DAK. Tapi jika satu saja bermasalah, maka akan berdampak negatif bagi daerah. (MC Riau/mad)

Berita Terkait