Jumat, 28 Ramadhan 1438 H | 23 Juni 2017

BENGKALIS- Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Bengkalis meningkatkan pengawasan terhadap tenaga kerja indonesia (TKI) non prosedural dan tenaga kerja asing ke Indonesia. Pengawasan dimulai dari kantornya? terutama pada saat pemeriksaan pembuatan paspor, bagian wwc diminta benar-benar melakukan interview atau wawancara melihat kebutuhan paspornya.

"Kita mulai dari pembuatan paspor mereka yang mengajukan permohonan paspor. Kita akan cek keperluannya dari asal daerahnya," ungkap Toto, Senin (12/6/2017).

Begitu juga pengawasan pada saat memasuki Hari Raya Idul Fitri 1438 H, tetap seperti hari biasa. Hanya saja pihaknya menambah jumlah personil karena jumlah kunjungan ataupun yang keluar dari Bengkalis pasti terjadi. Personil tersebut akan ditempatkan di Pelabuhan Sri Setia Raja Selatbaru, Bengkalis.

Keluar masuknya TKI non prosedural atau tenaga kerja asing, tidak ada yang insidentil atau menjelang lebaran saja. Makanya pihaknya selalu melakukan penekanan kepada anggotanya untuk lebih berhati- hati dan memantau setiap pergerakan yang ingin masuk dan keluar dari wilayah Imigrasi Bengkalis.

"Kita gak tau kejadian itu menjelang lebaran atau gimana, bisa saja di hari biasa. Makanya setiap saat kita tekankan kepada anggota untuk waspada," sebut Toto.

Dijelaskannya, masuk dan keluarnya TKI ataupun tenaga kerja asing non prosedural biasanya ketika kondisi mulai sepi penjagaan. "Contohnya yang tertangkap bertiga yang hendak keluar negeri belum lama ini, itu pas pimpinan Imigrasi sedang berada di luar daerah semua. Mafia sudah memantau itu, cuma petugas kita tidak lengah sehingga bisa digagalkan keberangkatan ketiganya," jelasnya.

Meski nanti lebaran ada cuti bersama, pihaknya tetap menempatkan anggotanya  di pelabuhan internasional untuk memantau hal-hal seperti itu, bahkan pihaknya akan melakukan penambahan anggota untuk berjaga memantau pada saat itu.

"Biasanya lima anggota. Namun menjelang lebaran nanti kita tambah menjadi dua kali lipat dari hari biasanya. Karena banyaknya masyarakat yang menggunakan pelabuhan itu pas lebaran sehingga tidak bisa dipantau hanya oleh lima petugas saja," tutupnya.(MC Riau/man)

Berita Terkait