Jumat, 28 Ramadhan 1438 H | 23 Juni 2017

PEKANBARU - Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Arcandra Tahar akhirnya benar-benar percaya bahwa di Riau alami krisis listrik. 

Betapa tidak, hanya beberapa jam menyatakan bahwa dirinya kaget saat ditanya Riau masih sering terjadi pemadaman listrik. Tidak hanya itu, Wamen juga sempat menyatakan bahwa dirinya tak tahu kalau di Riau Masih banyak desa yang belum mendapatkan penerangan. 

Wamen ESDM ini menyatakan, yang diketahuinya justru persoalan krisis listrik dan desa belum dialiri listrik itu sebagian besar kebanyakan di Indonesia bagian timur. Tapi yang terjadi, saat memberikan sosialisasi implementasi participating interest 10 persen sekaligus buka bersama di  Gedung Daerah, tiba-tiba mendadak listrik mati.

Seketika suasana pun sempat riuh. Terlebih Gubernur Riau Arsyadjuliandi juag hadir saat itu. Begitu juga sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, Kepala Dinas ESDM Riau Syahrial Abdi serta berbagai pihak terkait lainnya.

"Waah, lampunya pakai acara mati pula ya," kata Wamen ESDM, Rabu (14/6/17).

Beruntung, kondisi ini tak berlangsung lama. Karena Pemprov Riau sendiri sudah menyiapkan mesin gengset. Kemudian, ruangan yang gelap itu pun akhirnya kembali terang dan Wamen pun melanjutkan paparannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Arcandra Tahar kaget masih seringnya terjadi pemadaman listrik di Riau, meski daerah ini dikenal kaya akan energi. 

Jika memang alasan beban tak cukup, sangat ironis. Karena dua pembangki yang ada di Riau saat ini sudah sangat cukup menyuplai daya seluruh daerah di Riau. 

"Soal pemadaman, ini Riau daerah kaya energi, tapi kok listriknya sering padam. Saya juga bertanya soal itu. Apakah disebabkan beban tak cukup," kata Wamen usai meninjau Kantor PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) di Jalan Tuanku Tambusai.

Menurut Wamen, masih terjadinya pemadaman listrik di daerah kaya energi ini memang harus dicarikan solusi. Apakah berkaitan dengan beban waktu puncak atau menyangkut dengan beban yang terpasang.

Namun hal itu sangat mungkin karena gangguan alam seperti hujan lebat atau petir. Hanya saja, menurut Wamen, persoalan ini sangat bisa diatasi selagi persoalan berkaitan dengan tekhnis.

Sementara, Direktur PLN Regional Sumatera Amir Rasyidin menyatakan kalau persoalan pembangkit di Riau suda tidak ada masalah. Hanya saja yang perlu diperkuat saat ini dari sisi tranmisi dan distribusi.

Dua hal ini menurut Amir, akan terus dimaksimalkan untuk meminimalisir pemadaman yang saat ini masih terjadi, baik di Pekanbaru mau pun sejumlah kabupaten kota di Riau.

"Ganguan itu bisa berasal dari pembangkit, tranmisi dan distribusi daya. Kalau pembangkit sudah cukup, tinggal memperkuat tranmisi dan distribusinya saja lagi," papar Amir.

Ada pun hal lainnya yang sudah dilakukan PLN WRKR, khususnya persoalan tekhnis karena gangguan tertentu, WRKR punya program, yakni diantaranya program menelusuri aliran listrik apakah dekat dengan pohon atau tidak, hal ini menggunakan GPS. (MC Riau/mtr)

Berita Terkait