Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

DUMAI - Perusahaan daerah air minum Tirta Dumai Bersemai Kota Dumai mulai mengaliri 400 sambungan rumah di Kelurahan Bumi Ayu dengan air hasil olahan menggunakan alat injeksi kimia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Dumai Mohamad Syahminan mengatakan, air bersih olahan dari Sungai Masjid ini sudah bisa dinikmati warga, dan sementara masih gratis jelang ada penetapan tarif.

"Pemerintah juga akan membentuk dewan air melibatkan perguruan tinggi untuk penetapan tarif air, dan sementara ini masyarakat masih menikmati gratis," kata Syahminan kepada pers, Kamis.

Dikatakan, pelayanan PDAM Tirta Dumai Bersemai saat ini telah menjangkau sekitar 800 sambungan rumah berada di empat kelurahan dengan produksi air berkapasitas 20 liter per detik.

Penetapan tarif air, lanjutnya, bisa dibuat subsidi untuk kategori ekonomis, kurang mampu dan sosial serta kalangan industri, namun mesti dibahas lagi oleh managemen dan dewan air yang akan dibentuk membantu pemerintah daerah.

"Kalau jadi tarifnya subsidi, maka diharap harus tepat sasaran sesuai taraf kesejahteraan ekonomi rumah tangga yang mampu, sosial dan industri," sebutnya.

Pejabat sementara Direktur PDAM Tirta Dumai Bersemai Eddy Rizal mengatakan, dari total sekitar 1.385 pelanggan, hanya 183 rutin membayar iuran, dan 71 sambungan rumah yang mendapatkan air bersih.

Pengolahan air bersih di instalasi dan bak penampungan air di Jalan Jenderal Sudirman ini dilakukan dengan menggunakan alat injeksi kimia untuk menghasilkan air berwarna putih tidak berbau.

"Kita secara bertahap akan mengaliri air bersih ke semua rumah pelanggan, karena sejauh ini kondisi terkendala rusak sejumlah pipa dan air berwarna merah, termasuk penetapan tarif rumah tangga," kata Eddy Rizal. (MC Riau/ar)

Berita Terkait