Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

BANGKINANG - Untuk melihat sejauh mana pencapaian keberhasilan visi misi  Kepala Daerah dan Wakil Kepala Dearah perioder 2011-2016 yang tertuang dalam dokumen RPJMD, Bappeda Kabupaten Kampar Bersama Tim LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB) mengandakan Ekspose Evaluasi Kinerja Pembangaunan  Daerah (EKPD) RPJMD 2011-2016. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat lantai III kantor BUpati Kampar, Kamis (15/6).

Hadir pada  ekspose tersebut Kepala Bappeda Ir Azwan, M.Si Ketua Tim LPPM IPB Arief Rahman M.Si, Kepala Subbid Litbang Bappeda Eka Anggara SE dan diikuti Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian dilingkungan Sekretariat Pemda Kampar dan undangan lainnya.

Azwan yang mewakili Bupati Kampar menyampaikan bahwa tujuan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah dalam satu periode kepemimpinan Kepala Daerah tahun 2011-2016 harus berdasarkan pencapaian visi dan misi Melihat tingkat capaian pembangunan daerah dan  RPJMD Kabupaten Kampar tahun 2011-2016. 

Selain itu tujuan EKPD adalah Konsistensi antara Kebijakan dengan pelaksanaan dan hasil rencana Pembangunan Daerah, Konsistensi antara RPJPD dengan RPJPN dan RT/RW Nasional.

Ditambahkannya Tujuan yang lain adalah Konsistensi antara RKPD dengan RPJMD serta Kesesuaian antara capaian pembangunan daerah dengan indicator-indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Hasil Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah berguna untuk Pencapaian Visi Dan Misi Pencapaian Kebijakan Makro Ekonomi (Perkembangan Ekonomi, Pembiayaan Daerah) serta Pencapaian Pembangunan Daerah (Indikator Sasaran, IKU dan IKD). 

Hal ini sesuai dengan Visi Kabupaten Kampar yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Kampar yang Madani, Berakhlak dan Bermoral, Menuju Kehidupan yang Sehat, Sejahtera, serta Berdaya Saing pada Tahun 2016”  ujar Azwan. 

Dipaparkan Azwan bahwa misi Kabupaten Kampar adalah Mengembangkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa, menjunjung tinggi syariat agama, taat hukum, berbudaya yang menjamin sistem sosial bermasyarakat dan bernegara dalam menghadapi tantangan global. Mengembangkan potensi SDA dan potensi masyarakat untuk membangun pondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh.

Mewujudkan masyarakat yang berpendidikan untuk meningkatkan SDM yang bermartabat melalaui penguasaan IPTEK yang ditopang oleh sendi-sendi ilmu, iman dan peradaban, untuk menghasilkan manusia yang berdaya saing global. 

Diakhir Pemaparannya Azwan mengungkapkan Status pencapaian visi belum tidak sepenuhnya terwujud, sebab dari 106 indikator sasaran,  yang mencapai target sebesar 71,7  persen.

Misi dengan pencapaian paling tinggi pada misi keempat “Mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat” dengan pencapaian sebesar 84,6 persen. Sementara misi dengan pencapaian paling rendah pada misi kedua 

"Mengembangkan potensi SDA dan potensi masyarakat untuk membangun pondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh” dengan pencapaian sebesar 57,1 persen.  

Secara keseluruhan  mulai dari indikator sasaran. Indikator kinerja daerah dan indikator kinerja utama tingkat pencapaiannya adalah sebanyak 58,5% berstatus hijau, 26,4% berstatus merah dan 15,5 persen berstatus abu-abu. 

Sementara Ketua LPPM IPB Arief Rahman M.Si didampingi oleh Kepala Subbid Litbang Bappeda Eka Anggara SE mengatakan bahwa  terdapat satu isu strategis daerah untuk dijadikan perhatian, yaitu soal kebocoran daerah (regional leakage) yang disebabkan  potensi nilai tambah yangan tidak dapat dimanfaatkan karena ketimpangan antar wilayah.

“ Artinya kebocoran daerah tersebut disebabkan  banyak masyarakat yang mencari uangnya di kabupaten Kampar namun saat berbelanja ke daerah lain, dengan berbagai alasan ”ujarnya menjelaskan. 

Menyikapi hal tersebut kepala Bappeda mengatakan bahwa Bupati Kampar H. Azis Zaenal SH MM  mempunyai concern (kepedulian) yang sama degan tim IPB terhadap isu kebocoran wilayah . 

Untuk itu Azwan mengharapakan tim LPPM IPB dapat membantu dan bekerja keras dengan OPD dalam penyusunan RPJMD periode 2017-2022 untuk menambal kebocoran dengan membuat program-program  yang  strategis sehingga Kabupaten Kampar menjadi  daerah destinasi dan bukan jalur transit lagi. (MC Riau/Ajep)

Berita Terkait