Senin, 28 Dzulqo'dah 1438 H | 21 Agustus 2017

Tim sergap pangan Itjen TNI AD saat sidak ke gudang Bulog Dumai.

DUMAI - Kepala Dinas Sosial Kota Dumai Bambang Hardiyanto menyebutkan bahwa verifikasi data penerima beras sejahtera masih proses sehingga penyaluran tahap pertama dan kedua periode Januari hingga Mei 2017 belum dibagikan ke rumah tangga sasaran.

"Belum disalurkan karena masih proses verifikasi ulang data penerima," kata Bambang kepada wartawan.

Salah satu penundaan distribusi rasta adalah adanya perubahan jumlah penerima dari awalnya 9.423 rumah tangga menjadi 8.481 kepala keluarga, atau terjadi pengurangan sebanyak 942 RTS.

Pengurangan itu mengacu data tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan dan Keputusan Kementerian Sosial karena pada saat pendataan ada masyarakat sudah menjadi mampu, pindah alamat dan meninggal dunia.

"Kita bersama instansi terkait lain masih terus melakukan verifikasi data agar penyaluran beras sejahtera ini tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan," sebutnya. 

Dia berjanji setelah pendataan rampung maka secepatnya jatah rasta akan didistribusikan ke warga penerima melalui kelurahan dan diharapkan bisa tuntas sebelum masuk lebaran.

Penundaan distribusi jatah rasta kepada warga berhak ini ditangapi tim sergap pangan Inspektorat Jenderal TNI AD bahwa pemerintah daerah sangat lambat, dan meminta agar segera disalurkan.

Ini dikatakan Ketua tim sergap pangan Itjen TNI AD Kolonel (Arh) Ramses L Tobing saat melakukan inspeksi mendadak ke gudang Badan Urusan Logistik Dumai Jalan Sultan Sarif Kasim dan menemukan 760 ton rasta atau jatah enam bulan belum disalurkan ke penerima, Kamis (15/6).

"Dumai terlambat distribusikan rasta selama enam bulan, dan seharusnya ini tidak terjadi, karena itu pemerintah mesti segera menyelesaikan kendala dan menyalurka ke warga penerima," kata RL Tobing kepada pers.

Sidak yang dilakukannya ini dalam rangka memastikan pemenuhan beras cadangan pemerintah dan rasta tercukupi serta aman tanpa kendala. (MC Riau/ar)

Berita Terkait