Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

Wakil Rektor I Umri dr taswin yacob saat menyerahkan bingkiasan kepada salah seorang keluarga pasien.

PEKANBARU - Bertajuk Senyum Ramadhan berbagi kebahagiaan kepada kaum du'afa, mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) berikan bantuan untuk 156 pasien kelas III di RSUD Arifin Achmad, Jumat (16/6/2017).

Sumbangan yang diberikan mahasiswa dalam bentuk bingkisan parsel tersebut didapat melalaui usaha mahasiswa, yakni dengan mengumpulkan pakaian bekas dari civitas akademika Umri, lalu mereka jual ke pasar-pasar. Pengumpulan itu dilakukan sejak awal Ramadhan 14 38 H lalu.

“dari hasil pakaian bekas yang sebelumnya telah dikemas rapi oleh mereka, hasil penjualannya didapati uang sebesar Rp 20 juta, dari uang itulah mereka membelikan berbagai kebutuhan atau produk untuk dibagikan kepada paisen kelas III RSUD Arifin Achmad ini," kata Wakil Rektor I Umri dr Taswin Yacob disela penyerahaan bantuan.

Saat itu, Taswin ikut bersama puluhan mahasiswa memasuki satu per satu ruang perawatan pasien dan menyerahkan bantuan. Turut serta dalam aksi itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Wan Abu Bakar.

Menurut Taswin, pihaknya sengaja memilih pasien kelas III. Karena, di kelas ini memang banyak pasien dari keluarga berekonomi lemah. Dia berharap, apa yang dibagi para mahasiswa memberi kebahagiaan di hati pasien.

Dia menegaskan, kali ini memang mahasiswa Fisika yang menginisiasi. Tahun depan, dia menegaskan pihak kampus akan mendorong agar kegiatan Umri berbagi ini tetap ada. Bahkan dengan bentuk yang beragam.

Kepala Bagian Umum RSUD Arifin Achman, M Jufri mengapresiasi kegiatan Umri Berbagi ini. Ia menilai, apa yang dilakukan Umri sangat bermanfaat. Khususnya dalam berbagi kebahagiaan bagi pasien di RSUD. Terlebih, pasien itu adalah dari masyarakat kurang mampu.

Jufri berharap, kegiatan tersebut tak berhenti di ramadhan tahun ini saja. Tapi terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Ia juga menyarankan agar jumlah bantuan semakin ditambah dengan mempertimbangkan banyaknya jumlah pasien kelas III di RSUD.

Ketua Prodi Fisika Umri Putra Wirman menjelaskan, ada 100 mahasiswa yang ikut berjualan di pasar kaget di Panam, Kulim dan Rumbai. Mereka juga berjualan di lingkungan sejumlah mesjid. Menurut dia, tahun sebelumnya kegiatan serupa juga pernah dilakukan. Namun sasaranya adalah anak panti asuhan.

Sementara, Al Mizdan Zulfa yang merupakan Ketua Panitia juga mengharapkan apa yang mereka berikan bisa membahagikan pasien dan keluarganya. Ia menegaskan, mahasiswa hanya ingin melihat para penerima bantuan tersenyum meski saat ini dalam keadaan sakit. (MC Riau/mad)

Berita Terkait