Senin, 1 Syawal 1438 H | 26 Juni 2017

PEKANBARU - Langkah Menjaga sumberdaya alam di Riau agar tidak disalahgunakan terus menjadi perhatian. Tidak hanya dari aspek ekologis, aspek kerugian material dari tindakan korupsi di aspek lingkungan juga terus diantisipasi.

Seperti terlihat dengan sinergitas antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengantisipasi penyalahgunaan melalui korupsi sumberdaya alam.

Seretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi menerangkan, hal itu memang menjadi komitmen bersama. Ini terlihat dengan pembahasan dan rapat penguatan mitra staretgis di sekotor kehutanan yang digelar akhir pekan lalu.

‘’Kita ingin bagaimana sumberdaya alam kita, khususnya sektro kehutanan tidak disalah gunakan. Jadi tugas pencegahan pendekatannya ke korporasi. KPK itu akan membentuk yang namanya taxi collaborative dalam bentuk pembangunan integratif. Dalam membangun komitmen anti korupsi,’’ terangnya, kemarin. 

Ia menambahkan, inti dari sinergitas tersebut adalah untuk memahamkan gerakan anti penyuapan dalam upaya pengelolaan sumberdaya alam. Ini terkait dengan peraturan mahkamah agung, dimana pihak korporasi bisa dikenakan tindakan pidana. 

‘’Kita bersama KPK untuk concern mengenai hal ini. Korporasi di Riau bergabung sebagai mitranya KPK, dalam membangun komitmen bersama. Nantinya kita akan membuat edukasi mengenai hal itu. Dalam rangka membangun sistem yang baik untuk perusahaan dalam pengelolaan sumberdaya alam ini,’’ imbuhnya lagi.

Dalam pembahasan tersebut,  KPK diwakili Koordinator program direktorat pendidikan dan pelayanan masyarakat Ariz Dedy Arham dan Ninik Yuliansi.(MC Riau/mz)

Berita Terkait