Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

BENGKALIS-Mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Maka dari itu, sejatinya menjadi kewajiban seluruh masyarakat di bumi nusantara ini untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.

Penegasan ini sebagaimana disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bengkalis Masdaruddin, saat menyampaikan tausiah Ramadan di hadapan jamaah Masjid As-Syu'ada Desa Papal Kecamatan Bantan, Kamis malam lalu (15/6/2017)..

Menurut pria yang pernah menjabat Ketua MUI Bengkalis itu, dewasa ini yang menjadi tantangan terberat masyarakat, khususnya kaum muslimin di Indonesia adalah semakin memudarnya semangat persatuan dan cinta tanah air. Padahal menjaga keamanan dan persatuan bangsa bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, melainkan juga seluruh warga masyarakat.

"Bila negara aman, maka sudah pasti kita akan dengan mudah menjalankan ibadah dan ajaran-ajaran agama. Begitu juga sebaliknya," tegas Masdaruddin.

"Nah, kenyataannya sampai hari ini kita masih dengan bebas menjalankan ajatan agama. Untuk itu mari kita jaga kondisi ini dengan baik, termasuk menjalin kerukunan antar umat beragama," imbuhnya lagi.

Dikatakannya juga, melihat kerukunan dalam beragama yang dipraktekkan oleh umat Islam dan antar umat beragama lainnya di Indonesia, yakni kehidupan yang damai, berdampingan dan saling menghargai, mengundang daya tarik berbagai negara muslim di dunia untuk belajar dari Indonesia. 

Meski bumi nusantara ini terdiri berbagai agama, suku bangsa, dan lain sebagainya, namun kehidupan yang damai ternyata sangat jauh berbeda dari negara-negara muslim di belahan bumi lainnya yang selalu saja terjadi pergolakan dan peperangan hingga hari ini.

"Kita patut bersyukur, ternyata Islam di bumi nusantara ini adalah model Islam yang ramah, rahmatan lil'alamin," sebut Masdaruddin sembari  mengingatkan seluruh kaum muslimin untuk taat kepada pemerintah. Sebab taat kepada pemerintah adalah sebagai bukti taat kepada Allah dan rasulNya. 

"Wajib hukumnya taat kepada pemimpin (pemerintah), sepanjang pemimpin atau pemerintah tidak memerintahkan kita untuk berbuat kemaksiatan," tegasnya lagi.(MC Riau/man)

Berita Terkait