Sabtu, 26 Dzulqo'dah 1438 H | 19 Agustus 2017

PEKANBARU - Penyelenggaraan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis (Durolis) adalah upaya Pemerintah Provinsi Riau bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan ketiga Pemerintah Kabupaten/Kota yakni Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Bengkalis yang terletak di wilayah pesisir Riau yang secara sinergik akan mewujudkan pelayanan air minum yang layak bagi masyarakat di ketiga wilayah tersebut.

Amanah Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa bumi dan air adalah milik negara yang digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.  Penyediaan air minum yang layak di Provinsi Riau menjadi tanggungjawab kita semua baik pemerintah, masyarakat, maupun peran serta swasta dalam rangka upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dimana pada akhir tahun 2019 dimana diharapkan 100 persen masyarakat Riau dapat mengakses layanan air minum yang layak.  

Pada hari ini tanggal 19 Juni 2017 dilakukan penandatangan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Gubernur Riau, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Wlikota Dumai, Bupati Rokan Hilir, dan Bupati Bengkalis. 

Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Durolis di inisiasi oleh Pemerintah Provinsi Riau sebagai bagian dalam perwujudan komitmen Pemerintah Provinsi untuk peningkatan pelayanan dasar publik yakni pelayanan di bidang air minum.  

SPAM Regional Durolis adalah salah satu scenario pengembangan air minum regional yang akan dikembangkan di seluruh wilayah Provinsi Riau. 

SPAM Regional Durolis ini akan direncanakan memiliki kapasitas sebesar 1500 lt/dtk yang terbagi dalam 3 (tiga) Tahap.  

Tahap I sebesar 400 lt/dtk ini akan dimulai pembangunannya pada TA. 2017 dan akan melayani 6 Kecamatan di Kota Dumai (Dumai Kota, Dumai Barat, Dumai Timur, Dumai Selatan), 4 Kecamatan di Rokan Hilir (TP TJ Melawan, Bangko, Rimba Melintang, Batu Hampar, Bangko Pusako) dan 2 Kecamatan di Bengkalis (Mandau, Pinggir) dengan masing-masing jumlah sambungan Rumah (SR) yang akan terbangun di Dumai 15.000 SR, Rokan Hilir 10.000 SR, Bengkalis 15.000 SR.

Sumber air yang digunakan dalam pembangunan air minum Durolis berasal dari Sungai Rokan yang menjadi sumber air baku satu-satunya yang layak digunakan untuk pelayanaan air minum di ketiga wilayah tersebut.  Tahap I ini akan menelan biaya kurang lebih 800 Milyar yang didanai bersama oleh APBN. APBD Provinsi dan APBD III Kabupaten/Kota.  

Diharapkan pada akhir tahun 2018 masyarakat di Rokan Hilir akan dapat menikmati pelayanan air minum yang layak.  Kemudian pembangunan jaringan pipa distribusi yang cukup panjang untuk melayani Dumai dan Wilayah Duri sekitarnya dapat dinikmati pada akhir tahun 2019.  

Penyelengaraan pembangunan SPAM Durolis ini akan dimulai setelah penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur Riau bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR serta para Bupati Dan Walikota Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis.  

Hadir dalam penandatanganan tersebut adalah Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Sri Hartoyo, Direktur Sumber Daya Air yang diwakili oleh Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku, Hamzah, Walikota Dumai, Zulkifli As, Bupati Rokan Hilir, Suyatno, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin.  Penandatangan ini disaksikan oleh para hadirin dari unsur anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, Forkompinda, Dinas serta unit kelembagaan yang terkait.(MC Riau/mtr)

Berita Terkait