Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

Pekanbaru -- Sedikitnya 4.500 tim gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, Tim Kesehatan/Puskesmas, dan lain-lain dikerahkan dalam kelancaran dan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1438 H di Provinsi Riau tahun 2017.

Hal ini ditegaskan Kapolda Riau Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara kepada wartawan usai Upacara Gelar Pasukan PAM Idul Fitri 1438 H di halaman sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru Jalan Pattimura Pekanbaru, Senin (19/6/2017). 

Bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Apel Operasi Ramadniya 2017 ini adalah Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA.

Menurut Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain khusus personel polisi saja yang dikerahkan jumlahnya sekitar 1.873 orang. Di sini dikerahkan juga  pasukan Sat Sabhara untuk patroli dan juga tim penembak jitu (sniper) terlatih untuk menumpas kejahatan jalanan.

Kapolda Riau menjelaskan kerawanan-kerawanan pada saat mudik dan arus balik adalah masalah longsor dan kemacetan lalu lintas. Sedangkan kerawanan lain misalnya rumah tinggal, pencurian dan sebagainya. Oleh sebab itu warga bisa menitipkan kendaraannya di kantor polisi bagi yang mudik.

Masalah kerawanan pangan kata Irjen Pol Zulkarnain sebulan lalu Gubernur Riau dan jajaran sudah membentuk Tim Satgas Pangan dan telah turun ke lapangan memantau harga dari tingkat pusat sampai tingkat Polres. seperti harga cabe alhamdulillah berkisar Rp20.000 per kg, harga bawang putih Rp48.000 sekarang jadi Rp40.000 per kg.

Sementara menurut pedagang bawang putih di Pasar Cik Puan Sukajadi Pekanbaru yang ditinjau rombongan Gubernur Riau Senin pagi (19/6/2017) bahwa harga bawang putih sudah turun dari Rp48.000 per kg sekarang jadi Rp28.000 per kg dan bawang merah hanya Rp24.000 per kg.

"Itu juga merupakan fokus kami untuk memantaunya agar jangan terjadi gejolak harga," kata Kapolda Riau.

Dijelaskan Kapolda Riau, berbagai jalur mudik ada Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan. Pos Pelayanan di tempat keramaian seperti di mal dan Pos pengamanan di tempat sepi misalnya di rute sepanjang Sumatera Barat ada 7 titik Pos PAM, ke Jambi ada sekitar 13 titik Pos PAM sejauh 273 Km ke arah Sumatera Utara kurang lebih 264 Km ada 8 titik Pos Pengamanan (Pos PAM). Untuk rumah kosong yang ditinggalkan pemudik menurut Kapolda Riau ada petugas patroli yang keliling mengontrol rumah kosong.

"Saya imbau bagi masyarakat yang mudik maka dititip jaga rumahnya kepada tetangga. Jika warga mau mudik dan mau titip kendaraannya di kantor polisi ya boleh silakan saja," kata Irjen Pol Drs Zulkarnain.

Sebelumnya Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA kepada pers menjelaskan untuk mengantisipasi bencana alam seperti tanah longsor terutama di kawasan PLTA Koto Panjang dan daerah lainnya, petugas PU Riau telah mempersiapkan alat-alat berat di titik-titik rawan longsor.

Sementara kepada truk-truk besar mulai H-5 jelang Idul Fitri 1438 H sudah mulai dilarang beroperasi untuk menghindari kemacetan, kecuali untuk truk tanki BBM dan sembako dipersilakan operasi.

Gubernur Riau juga sudah meneken surat edaran (SE) larangan PNS membawa mobil dinas untuk mudik. (MC Riau/Exa)

Berita Terkait