Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

PEKANBARU - Delapan Warisan Budaya Melayu Riau lolos sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Kedelapan warisan budaya tersebut yakni, Tunjuk Ajar Melayu, Sijobang `Buwong Gasiobg', Silat Perisai, Zapin Api, Zapin Meskom, Manongkah, Perahu Baganduang dan Batobo.

"Sebetulnya Dinas Kebudayaan juga mengajukan beberapa kuliner, tapi karena tidak dilengkapi dengan kajian akademis, maka kuliner belum lolos," ujar Kadis Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen, Senin (19/6/17).

Menurut Yose yang juga Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau ini, untuk penetapan WBTB Indonesia, dilaksanakan sedikitnya empat kali sidang di depan 15 orang tim ahli dari berbagai bidang kebudayaan. Dalam sidang sidang itulah setiap provinsi harus melengkapi foto, video dan kajian tentang warisan budaya.

"Kalau warisan budaya sudah masuk WBTB dengan sertifikasinya, maka negara tetangga tidak akan mudah mengklaim sebagai warisan budaya mereka. Dan WBTB Indonesia merupakan syarat mutlak dalam pengusulan warisan budaya dunia di UNESCO. Makanya sidangnya sangat ketat," paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya 10 warisan budaya Melayu Riau sudah mendapat serfikat. Untuk tahun ini sertifikat akan diserahkan Mendikbud kepada Gubernur Riau pada Oktober atau November mendatang di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Dijelaskan Ketua Umum Dewan Kesenian Riau ini, di Riau untuk warisan budaya tak benda mencapai ribuan warisan budaya yang berada di kabupaten/kota atau di empat sungai besar. Namun belum disertifikasi karena minimnya kajian tentang itu. Untuk itu ke depan Dinas Kebudayaan bersama stakeholder terkait berupaya melakukan kajian, sehingga nantinya ribuan warisan budaya tak benda itu mendapat pengakuan secara akademis dari Kemendikbud RI.

"Pak gubernur sangat mendukung upaya mendapat pengakuan seperti WBTB ini," ungkap Yos selain pengakuan warisan budaya benda atau heritage pula.(MC Riau/mtr)

Berita Terkait