Minggu, 30 Ramadhan 1438 H | 25 Juni 2017

Pekanbaru-Pemerintah provinsi Riau bersama pemerintah pusat melakukan  Penandatanganan Kesepakatan Bersama (KSB) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis (Durolis) di Balai Bauh Janggi Gedung daerah Riau, Senin (19/6).

Hadir dalam penandatanganan tersebut adalah Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Sri Hartoyo, Direktur Sumber Daya Air yang diwakili oleh Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku, Hamzah, Walikota Dumai, Zulkifli As, Bupati Rokan Hilir, Suyatno, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, serta anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, Forkompinda, Dinas serta unit kelembagaan yang terkait.


Sesuai mekanisme dalam penyelenggaraan maka wajib dilakukan penandatanganan antara Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dirjen Sumber daya Air Kementerian PUPR dengan Pemerintah Provinsi Riau. Termasuk juga tiga Kabupaten kota yang akan dialiri air bersih. 

Sumber air yang digunakan dalam pembangunan air minum Durolis berasal dari Sungai Rokan yang menjadi sumber air baku satu-satunya yang layak digunakan untuk pelayanaan air minum di ketiga wilayah tersebut.  Tahap I ini akan menelan biaya kurang lebih 800 Milyar yang didanai bersama oleh APBN. APBD Provinsi dan APBD III Kabupaten/Kota. 

 Diharapkan pada akhir tahun 2018 masyarakat di Rokan Hilir akan dapat menikmati pelayanan air minum yang layak.  Kemudian pembangunan jaringan pipa distribusi yang cukup panjang untuk melayani Dumai dan Wilayah Duri sekitarnya dapat dinikmati pada akhir tahun 2019. 

Sebelumnya Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, kepada masyarakat Dumai, Rohil dan Bengkalis sudah berjanji akan menyelesaikan pembangunan air bersih. Dan ditargetkan 2019 telah bisa digunakan.

Ditargetkan pada awal tahun 2019 seluruh masyarakat di tiga daerah ini sudah menikmati air bersih, yang sudah bertahun-tahun tak kunjung terealisasi.(MC Riau/Msa)
 

Berita Terkait