Jumat, 26 Syawal 1438 H | 21 Juli 2017

PEKANBARU -  Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldi Jusman mendorong Pemerintah Provinsi Riau terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Pinang Kampai,  di Kota Dumai. 

Noviwaldi menyebut, sudah menjadi kebutuhan mendesak pengembangan bandara pinang kampai,  untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengakomodir kebutuhan transportasi udara masyarakat Riau di bagian pesisir.

Pria yang akrab disapa Dedet itu menyatakan, dulu Bandara Pinang Kampai melayani pesawat pelita air service untuk operasi perminyakan baik pertamina maupun Chevron.

Dengan perkembangan ekonomi saat ini, seluruh penjuru Riau jika akan bepergian terpusat ke Bandara SSK II Pekanbaru. 

"Bisa kita bayangkan masyarakat kita di Dumai membutuhkan waktu Lima jam untuk mencapai Pekanbaru untuk ke Jakarta. Belum lagi kondisi macet parah di kandis menuju Duri. Begitu juga dengan masyarakat Rohil ke Pekanbaru dan Masyarakat Selat Panjang serta Bengkalis, tinggal tambahkan waktunya saja, " paparnya. 

Saat ini kata Dedet,  beberapa maskapai sudah menyatakan ketertarikan membuka rute ke Pinang Kampai ini. Salah satunya adalah maskapai Batik Air (Lion Grup). 

"Minat maskapai batik ini harus kita apresiasi dan dukung.  Pertimbangannua biaya dan resiko dijalan bagi masyarakat pesisir tadi. Bagaimanpun lalu lintas udara adalah yang teraman saat ini di dunia..terlebih Batik sudah mendapat pengakuan keselamatan," pungkasnya. 

Sebab itu,  politisi demokrat ini meminta pemprov Riau dan Pemko Dumai bisa melobi Pemerintah Pusat dan Pertamina supaya Bandara Pinang Kampai di hibahkan ke Pemda.

"Kalau sudah dihibahkan kami leluasa menganggarkan pengembangan dan pemanfaatan bandara tersebut. Tempo hari saya mau anggarakan peningkatan navigasi dari NDB ke VOR tapi terbentur ke masalah aset kepemilikan,"cetusnya. 
Jika sudah dihibahkan kata Dedet,  pihaknya siap memperjuangkan menambah panjang dan lebar landasan agar pesawat airbus dan boeing bisa masuk. "Kalau masuk maka harga tiket bisa murah. Masyarakat Duri, Pinggir, Rohil, Dumai, Bengkalis diuntungkan, 
roda ekonomi menggeliat," katanya. 

Saat ini kata Dedet,  kondisi bandara tersebut perlu banyak pembenahan. Mulai dari terminal hingga runway pesawat. 

"Sekarang panjang runway 1.800 meter,  kalau jadi diserahkan ke Pemerintah Daerah diharapkan bisa minimal 2.400 meter runwaynya, "harap Dedet.

Disisi lain kata Dedet,  ia sudah meminta Kepala Bappeda Riau Rahmad Rahim untuk menindaklanjuti rencana tersebut. "Sudah saya sampaikan langsung sama Kepala Bappeda supaya ini menjadi perhatian dan ditindaklanjuti, "tegasnya.(MC Riau/yan) 

Berita Terkait