Jumat, 26 Syawal 1438 H | 21 Juli 2017

KAMPAR - Hari ini, sebagian masyarakat di Kampar merayakan 'Hari Rayo Onam' (Hari Raya Enam), Ahad (3/7/2017). Hari Rayo ini digelar setelah melakukan puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal. 

Puasa sunnah enam hari itu dilakukan sehari setelah memperingati hari raya Idul Fitri. Karena itulah kenapa dinamakan Hari Rayo Onam, dirayakan setelah berpuasa sunnah enam hari. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam.

Selain silaturrahmi, perayaan Hari Rayo Onam ini diisi juga dengan takziah ke makam. Seperti dilakukan di Muara Uwai, acara Hari Raya Onam tahun ini dihadiri langsung Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, Ahad (2/7) pagi. Tampak juga hadir Bupati Kampar Aziz Zaenal dan Walikota Pekanbaru Firdaus, beserta ribuan masyarakat Muara Uwai.

Sebelum ziarah kubur, terlebih dahulu dilaksanakan takziah dan doa  bersama oleh Imam Masjid Jami' Bangkinang. Doa digelar di depan Masjid, dimana terdapat makam para ninik mamak masyarakat Muara Uwai.

Usai berdoa dan ziarah kubur, masyarakat pun saling bersalaman antar sesama peziarah. Acara dilanjutkan dengan sarapan bersama di Rumah Tuo, yang tak jauh dari Masjid Jami' Bangkinang.

Berbagai makanan ciri khas Bangkinang, seperti, roti jala, lapek bugi, lemang tapai, lomang pasung, lontong soto dan jenis makanan lainnya dihidangkan.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, tradisi ziarah di Bangkinang ini tidak akan pernah habisnya. Dan harus terus dilestarikan oleh seluruh masyarakat Bangkinang. Selain menyampaikan doa, tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat Kabupaten Kampar.

"Ziarah kubur ini sudah tradisi turun temurun dan perlu terus dilanjutkan. Selain berkumpul dengan keluarga juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat Kampar, yang pulang kampung dari berbagai daerah. Bahkan ada juga warga Kampar yang dari Malaysia dan negara tetangga sengaja datang untuk menghadiri ziarah kubur, yang sekaligus menjadi hari raya enam di Bangkinang," kata Gubri.

Pada kesempatan ini, Gubernur juga meminta izin kepada masyarakat Muara Uwai dan ninik mamak, untuk menjadikan tradisi ziarah kubur sebagai salah satu iven Pariwisata Riau. Gubri menilai dalam setiap kegiatan di Muara Uwai ini ribuan orang hadir. Tentu bisa menjadi salah satu penarik wisatawan, termasuk wisatawan manca negara.

"Acara yang sudah turun temurun ini akan kita jadikan sebagai iven pariwisata Riau. Insya Allah tahun depan kita akan mengundang tamu yang lebih banyak," kata Gubri seraya menambahkan bahwa Sungai Kampar yang airnya masih jernih dan terawat juga bisa dijadikan sebagai destinasi wisata.

Dari pantauan di lapangan, mulai pukul 07.00 WIB, masyarakat dengan berpakaian muslim dan berselendang kain sarung, baik dari Muara Uwai dan dari luar daerah, sudah mulai tampak memadati Masjid Jami'Bangkinang. 

Pada kesempatan ini, Gubri juga sempat menghadiri tablig akbar di Mesjid Nurul Huda, Sungai Tonang dengan penceramah Ustad Abdul Somad. Di Mesjid ini Gubri menyerahkan bantuan sebesar Rp15 juta.(MC Riau/rat)

Berita Terkait