Jumat, 26 Syawal 1438 H | 21 Juli 2017

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi menyerahkan sertifikat akreditasi kepada masing masing Kepala Puskesmas

SELATPANJANG - Dua Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil meraih Sertifikat Akreditasi, yakni Puskesmas di Selatpanjang Kota dengan Akreditasi Madya dan Puskesmas Alahair mendapat Akreditasi Dasar.

Penyerahan sertifikat akreditasi  itu langsung dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi kepada kepala Puskesmas penerima, bertempat di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu 5 Juli 2017.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr Irwan Suwandi, Sertifikat Akreditasi yang diterima Puskesmas Alahair dan Puskesmas di Selatpanjang Kota itu merupakan hasil evaluasi dan penilaian tim Independen dari Kementerian Kesehatan RI.

"Penilaian meliputi aspek Administrasi Manajemen Pelayanan, Upaya Pelayanan Kesehatan oleh Tenaga Kesehatan dan Upaya Pelayanan Kesehatan dengan melihat fasilitas dalam gedung," ujarnya.

Dikatakannya, Dinas Kesehatan telah melakukan pembinaan dan pendampingan selama 9 bulan hingga proses Akreditasi dilakukan oleh Tim Surveiyor dari Kemenkes RI. Berkat kerja keras dan dukungan lintas sektor akhirnya dua Puskesmas itu meraih Akreditasi.

Atas perolehan Akreditasi tersebut, Bupati Irwan mengucapkan apresiasinya, dan berharap Akreditasi yang diraih saat ini dapat ditingkatkan hingga Akreditasi Paripurna. Sedangkan bagi Puskesmas yang belum meraih Akreditasi diminta segera mempersiapkan diri untuk proses survei selanjutnya agar seluruh Puskesmas yang ada mengantongi sertifikat Akreditasi.

"Demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan tingkatkan terus kualitas menuju Akreditasi Paripurna dan bagi yang belum segera persiapkan diri agar dapat meraih Akreditasi," pinta Bupati.

Direncanakan pada bulan September mendatang, Tim Surveiyor Kemenkes RI akan kembali melakuian survei di Puskesmas Tanjungsamak, Puskesmas Teluk Belitung dan Bandul.

Lebih jauh dikatakan Bupati, diraihnya Sertifikat Akreditasi merupakan bukti bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Puskesmas sudah semakin baik. Selain Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti telah lebih dulu meraih Akreditasi Bintang.

Peningkatan pelayanan kesehatan yang dilakukan Pemda Kepulauan Meranti di Puskesmas dan Rumah Sakit, merupakan jawaban tuntutan masyarakat akan kebutuhan pelayanan kesehatan yang prima. Jika dulunya akibat keterbatasan fasilitas banyak masyarakat yang dirujuk ke luar daerah seperti ke Pekanbaru dan Tanjung Balai Karimun, kini berkat fasilitas dan prestasi yang semakin baik jumlah pasien yang dirujuk semakin menurun.

Kepercayaan masyarakat semakin meningkat, jika sebelumnya jumlah pasien yang berobat ke RSUD hanya berkisar 40-50 pasien perhari, kini sudah mencapai 200 pasien. Hal itu ditunjang oleh ketersediaan dokter spesialis yang semakin banyak dan alat yang semakin lengkap.

"Kedepan saya ingin Dokter Spesialis tidak hanya ada di RSUD tetapi juga di Puskesmas agar masyarakat merasakan pelayanan kesehatan yang lebih baik," ungkap Bupati.

Dengan semakin tingginya kepercayaan masyarakat untuk berobat di Rumah Sakit, diakui Bupati banyak masyarakat yang meminta rekomendasi dirinya agar mendapatkan fasilitas VIP yang menjadi rebutan. Kedepan untuk memenuhi tuntutan itu Pemda berencana akan membangun gedung baru yang khusus melayani maayarakat menengah keatas sehingga tidak perlu lagi jauh berobat ke Pekanbaru dan Malaka.

Pembangunan gedung Puskesmas di Selatpanjang Kota yang dinilai sudah tua juga menjadi prioritas Pemda. Seperti yang telah dilakukan di Puskesmas Alai, Puskesmas Sungai Tohor, Puskesmas Rangsang Barat, dan Puskesmas Bandul yang merupakan bangunan baru.

Sebagai seorang yang dulunya cukup sering dibawa ke Puskesmas dan Rumah Sakit, Bupati mengerti benar pentingnya fasilitas memadai, baik dari segi tenaga kesehatan maupun kelengkapan alat. Kedepan pelayanan kesehatan dengan alat yang canggih dan SDM yang mumpuni akan menjadi prioritas.

Andai harus mendapat perawatan ke Rumah Sakit yang ada di Pekanbaru dan luar daerah lainnya. Dalam melayani masyarakat, Pemda bekerjasama dengan Badan Amil Zakat menyediakan 5 buah ambulan laut yang representatif dan 1 ambulance darat yang ditempatkan di Pelabuhan Buton.

"Jangan khawatir bagi pasien yang terpaksa harus dirujuk ke manapun, Pemda telah menyiapkan ambulance 24 jam dengan biaya yang lebih murah," ucap Bupati.

Menurutnya, fasilitas ini bukan hanya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat asal Kepulauan Meranti tetapi juga bisa dimanfaatkan masyarakat lainnya di Provinsi Riau seperti ambulance darat yang berada di Pelabuhan Buton dan Pekanbaru.

Selain tenaga kesehatan dokter dan fasilitas yang lengkap dalam hal pelayanan kesehatan, ditambahkan Bupati juga harus memperhatikan aspek komunikasi dan edukasi yakni salam, senyum, sapa yang dapat mempengaruhi psikologi pasien.

"Dalam melayani pasien harus mengedepankan prinsip salam, senyum, sapa. Dan saya menghimbau dalam memeriksa dan memberikan obat diiringi juga dengan memberikan edukasi dan penjelasan yang tepat, sehingga efek psikologi ini dapat mengurangi sedikit demi sedikit penyakit masyarakat," jelas Bupati.

Bupati mengingatkan, dokter bukan saja ahli dalam hal mengobati tetapi juga dapat menjadi konsultan yang baik bagi pasien. Sehingga masyarakat menyadari arti kesehatan dan masyarakat tidak perlu sakit. Ia juga mengapresiasi semangat para dokter yang bertugas di daerah terpencil dan perbatasan.

"Dokter yang bertugas di daerah terpencil diberikan kendaraan bermotor dan honor tambahan," pinta Bupati kepada SKPD terkait. (MC Riau/san)

Berita Terkait