Jumat, 26 Syawal 1438 H | 21 Juli 2017

Beri pelayanan kesehatan di Sungai Bungo Rohul

ROKAN HULU-Petugas Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau dan Diskes Rokan Hulu (Rohul), Senin (10/7) melakukan pengobatan kepada 7 warga yang terserang wabah Malaria. Akibat wabah malaria, Dusun Sungai Bungo masuk katagori kejadian luar biasa (KLB).

KLB wabah malaria di Sungai Bungo, karena sebelumnya 4 warga Dusun Sungai Bungo, akibat gigitan nyamuk Anoveles atau Plasmodium Vivax Malaria dari hasil pemeriksaan sebelumnya, saat pengobatan gratis oleh petugas Dikes Rohul bersama Puskesmas Rambah dan Polres Rohul, dan sekitar 70 warga sempat berobat kerena alami demam tinggi.

Bersama pemegang Progam KLB dari Diskes Riau, M.Yamin, didampingi Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) Diskes Rohul, dr. Bambang Trioyono, Kepala Pukesmas Rambah dr. Finaldi Nasir, Sekcam Rambah Elpitren Saputra, Kades Sialang Jaya Yuherman Daulay, Kadus Sungai Bungo Irwan Hasibuan termasuk Babinkamtibmas Polsek Rambah Brigadir Jupendry dan dua petugas Polri lainnya, juga petugas kesehatan Pukesmas Rambah, turun langsung mengambil sampel darah ke 150 warga Dusun Sungai Bungo.

Yamin bersama petugas Diskes Rohul dan Kades Sialang Jaya, juga turun langsung melihat dan mengambil sampel penyebab sumber penyebab wabah malaria yang menyerang warga. Nantinya, sampel tersebut akan dibawa ke laboraturium provinsi Riau memastikan penyakit yang menyerang masyarakat.  

Kepala Diskes Rohul, drg Grifino yang dikonfirmasi terpisah terkait Dusun Sungai Bungo masuk katagori KLB, dirinya menyatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan efidimiologi (pe) baru ketemu baru itu adanya penyakit malaria. Grifino juga mengaku, petugasnya sudah melakukan tindakan, fogging, pengobatan massal, pemberian obat, promposi bagaimana lingkungan kumuh ke staff dan sudah dilakukan, termasuk pembagian kelambu, juga menurunkan juru pemantau jentik (jumatik) nyamuk.

“Eliminasi malaria tahun 2013 di Rohul sudah kita lakukan, dan kita targetkan seperti itu. Itu daerah bukan endemis malaria, sehingga kita menduga malaria bukan dari penduduk di sana bisa jadi pendatang. Kejadian malaria habis lebaran terjadi, kemungkiman kena saat dia pulang mudik idul fitri sehingga harus pastikan itu endemik malaria atau tidak, karena Rohul sudah eliminasi malaria,” tegas Grifino.

Lanjut Grifino, dirinya juga mengaku sudah mengarahkan ke petugas pukesmas dan kesehatan lainnya, karena ini cuaca maka akan terjadi pengembangan nyamuk. Sehingga bagaimana pemberantasan sarang nyamuk, bukan saja DBD tetapi untuk semua jenis nyamuk. Bisa malaria, sikugunya, eigepty penyebab DBD dan penyakit lainnya akibat nyamuk.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya, bagaimana agar penyakit akibat dari naymuk tidak terjadi di Rohul ini. Khusus Dusun Sungai Bungo kita sudah melakukan langkah-langkah pengobatan, serta bagaimana tidak terjadi penyebaran malaria. Bukan hanya di Sungai Bungo saja, kita juga waspada di seluruh daerah di Rohul ini,” terang Grifino.

Sikapi aksi cepat Diskes Rohul, Diskes Riau, Polres Rohul serta Puskemas Rambah, Kepala Desa Sialang Jaya Yuherman Daulay mengatakan sangat berterima kasih. Karena dengan adanya respon cepat tersebut, kini masyarakat yang terserang malaria sembuh diobati, apalagi sampai menurunkan petugas Dikes Riau ke Dusun Sungai Bungo yang merupakan dusun sulit dan terisolir.

“Kita akan terus berkomunikasi dengan Diskes dan Pukesmas. Direncanakan langkah berikutnya, sosialisasi ke masyarakat juga berharap Jumat turun. Masalah pencegahannnya nantinya, setelah sosialisasi maka kita lakukan membersihkan lingkungan terutama kaleng-kaleng dan tempat penanmpungan air, karet, tempurung tempat karet, ban bekas kita lakukan bersama masyarakat,” kata Yuherman.(MC Riau/sal)

Berita Terkait