Jumat, 26 Syawal 1438 H | 21 Juli 2017

PEKANBARU - Keberadaan satwa langka harus mendapat perlindungan dan dikonservasi. Ini diperlukan untuk mengantisipasi kepunahan yang semakin menghampiri. 

Salah satu langkah konservasi yang dapat dilakukan adalah memberikan ruang untuk satwa langka tersebut agar bertahan hidup. Pasalnya satwa langka memiliki kebiasaan melakukan pergerakan untuk mencari tempat menetap dan mencari makanan. 

Humas WWF Syamsidar mengharapkan hal tersebut dapat menjadi perhatian. Seperti dengan menyedikan ruang untuk akses satwa langka tersebut melakukan pergerakan atau migrasi.

"Kalau secara umum satwa langka banyak berkeliaran, itu karena memang satwa langka memang habitatnya sudah banyak terganggu. Akibatnya satwa tersebut rentan  berkonflik dengan manusia,"tuturnya, Senin (17/7/2017).

Ia menilai, ruang yang dimaksud adalah akses untuk satwa yang dilindungi itu untuk menjelajah. Para pemegang usaha konsesi diharapkan menerapkan praktek pengelolaan yang lebih baik. Misalnya dengan memperhatikan keberadaan satwa tersebut.

"Kalau data dari WWF, satwa langka ini sebagian berada di daerah konsesi, bukan di areal konservasi. Memang keberadaaanya lebih banyak disana,"terangnya lagi.

Hal itu karena sudah ada perubahan fungsi disana. Jadi memang kec enderungan satwa akan berkonflik dengan manusia dapat ditemukan.

"Untuk solusinya seperti apa? Yang jelas itu para pemegang konsesi harus memahami, keberadaan satwa itu berada di kawasan konsesi mereka. Mereka harus menerapkan praktek pengelolanan yang lebih baik,"imbuhnya lagi.(MC Riau/mz)

Berita Terkait