Jumat, 26 Syawal 1438 H | 21 Juli 2017

PEKANBARU - Provinsi Riau dikenal kaya akan khasanah seni dan budaya. Untuk itu, Provinsi Riau sejatinya layak menjadi pusat seni untuk di tingkat lokal hingga nasional. 

Ini terlihat dengan semangat Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata Riau kembali menggelar Ajang Teater Sumatera (ATS) II. 

Kegiatan yang akan kental dengan nuansa seni itu akan dilaksanakan pada tanggal 17 - 20 Juli 2017 di gedung teater tertutup Anjung Seni Idrus Tintin, Komplek Bandar Seni Raja Ali Haji. 

Kepala Dinas Pariwisata provinsi Riau Fahmizal Usman menjelaskan, ATS II tahun ini mengangkat tema "Riau sebagai Gerbang Kekuatan Guna Mendorong Riau Menjadi Pusat Seni Pertunjukan di Kawasan Sumatera".

"Tema ini sengaja diketengahkan dan menjadi isu di kawasan Sumatera, mengingat Riau saat ini sudah layak untuk menjadi pusat seni," tuturnya, Senin (17/7/2017). 

Menurutnya, para seniman Riau memiliki potensi karya yang terus menerus lahir. Hal ini perlu didukung fasilitas gedung dengan perlengkapan yang sangat memadai dan representatif untuk kebutuhan apresiasi juga promosi. 

Seniman atau Penyaji yang ikut serta pada Ajang Teater Sumatera II terdiri dari kelompok/komunitas teater unggulan dari kualitas karya dan kemapanan grup di wilayah Sumatera.

Adapun penyaji ajang teater Sumatera kali ini terdiri dari Teater Satu Lampung, Selembayung, teater Sakata Padang Panjang, Riau Beraksi, Matan dan beberapa tamu pertunjukan teater dari Jakarta.

Selain menyajikan pertunjukan pada kegiatan ATS II akan menggelar sarasehan dan diskusi dengan pembicara para pemikir seni, kreator dan tokoh-tokoh seni yang berpengalaman baik nasional dan internasional, diantaranya Putu Fajar Arcana (Kompas - Jakarta), Ramadhina Thaharani (Jakarta), Eri Mefry (Padang), DR Yusril (ISI Padang Panjang), Marhalim Zaini, MA (Riau) dan Rino Dezapaty (Riau).(MC Riau/mz)

Berita Terkait