Jumat, 26 Syawal 1438 H | 21 Juli 2017

BENGKALIS- Aksi pencurian dengan cara mencongkel jok sepeda motor kembali terjadi. Kali ini menimpa Opie, salah seorang ASN Pemkab Bengkalis. Pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu kehilangan uang Rp1 juta lebih, saat dirinya mengikuti apel Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Bengkalis.

Kendati harus kehilangan uang jutaan rupiah, namun Opie sedikit bernasib baik, pasalnya pelaku tidak membawa kabur dompet yang berisis surat-surat dan dokumen penting miliknya, tapi menggatungkannya di stang sepeda motor milik ASN lainnya.

Ceritanya pada Senin (17/7/2017) pagi, Ofie bersama ribuan ASN lainnya mengikuti apel Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Bengkalis. Seperti biasanya, ratusan sepeda motor milik ASN diparkir di sepanjang Jalan A Yani hingga depan kampus AKN Bengkalis.

Begitupun sepeda motor milik Opie diparkir di depan Kantor Bupati atau di depan sederetan ruko tak jauh dari AKN. Saat itu kata Opie, dirinya sedikit ragu meninggalkan dompet sandangnya di dalam jok sepeda motor, mengingat kejadian pencongkelan jok yang sering terjadi.

Namun karena berfikir apel yang diikuti tidak terlalu lama, Opie membiarkan dompetnya tetap berada di dalam jok sepeda motor. Keraguannya terbukti. Usai apel, Opie lantas membuka jok sepeda motornya, alangkah terkejut dirinya ketika menyadari dompet yang yang berisi sejumlah uang dan surat serta dokumen penting tidak ada lagi.

“Saya sempat bertanya dengan pak Polisi yang berjaga di Jalan A Yani, tapi mereka tidak tahu. Atas saran dari kawan-kawan, saya laporkan kehilangan tersebut ke Polres Bengkalis,” ujar Opie.

Usai dari Polres, Opie menuju bank untuk meminta agar pihak bank memblokir nomor rekening miliknya.  Mengingat di dalam dompet yang hilang tersebut juga ada kartu ATM, KTP, Kartu Pegawai dan lainnya. Tapi, belum sempat nomor rekeningnya diblokir, dirinya dihubungi salah seorang teman yang bekerja di BKD.

“Saya disuruh di BKD segera. Rupanya, ada teman pegawai yang mengantarkan dompet saya ke BKD. Ceritanya, usai apel di kantor bupati, pegawai ini menemukan dompet saya tegantung di stang speda motornya. Sempat lama menunggu dan bertanya-tanya siapa yang punya, setelah dibuka ada kartu pegawai lalu diserahkan ke BKD,” sebut Opie.

Kendati uang di dalam dompet tak birsisa, Opie masih bersyukur, karena pelaku hanya mengambil uangnya saja, sedangkan surat-surat penting lain seperti kartu ATM, KTP, Karpeg masih ada di dalam dompet.

Kasus serupa juga terjadi saat halal bihalal di halaman kantor Bupati, belum lama ini. Dompet berisikan uang Rp 2 juta serta dua buah hape milik pegawai sukarela (honorer) yang disimpan di jok sepeda motor raib dikebas maling.

Sejatinya, uang Rp2 juta milik anak korban akan disimpan di bank, malangnya belum sempat disimpan dikebas maling duluan. 

"Uang Rp2 juta itu uang THR anaknya, rencananya mau disimpan di bank. Malangnya dengan buku bank sekali dicuri maling,” cerita honorer tersebut.(MC Riau/man)

Berita Terkait