PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau HR Mambang
Mit sangat prihatin dengan kondisi kerusakan Taman Nasional Tesso Nilo
(TNTN). Karena itu Wagubri meminta Menteri Kehutanan (Menhut),
secepatnya menyelesaikan permasalahan ini.
Hal ini disampaikan Wagubri kepada Wartawan, Senin (18/3),
menanggapi mulai berkurangnya kawasan hutan di TNTN tersebut. Ini
disebabkan, terjadinya perambahan hutan.
"Hutan lindung ini kan
langsung ditangani oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian
Kehutanan. Oleh karena itu, Menteri Kehutanan harus lebih intensif lagi
dalam melakukan pengawasan,"papar Wagubri di Kantor Gubernur Riau.
Lebih
jauh dipaparkan Wagubri, jika kondisi perambahan kawasan hutan di TNTN
terus dibiarkan, akibatnya akan terjadi banjir yang akan menimpa
masyarakat setempat. Tidak hanya itu, semua satwa yang menghuni kawasan
TNTN ini juga akan punah.
Pada kesempatan itu, Wagubri juga
meminta kepada Dinas Kehutanan baik Provinsi maupun kabupatena, untuk
dapat bersama-sama mengawasi para pelaku perambah hutan naional
tersebut.
Terkait adanya dugaan masyarakat yang melakukan
perambahan untuk membuka perkebunan, Wagubri juga tidak menampiknya.
Oleh karena itu, Wagubri meminta masyarakat juga harus sadar dalam
menjaga lingkungan.
"Masyarakat sebenarnya sudah paham juga.
Namun terkadang, ada karena keterpaksaan dan ada pula karena
kesengajaan. Babat hutan untuk bikin kebun dan sebagainya,"tutur
Wagubri.
Berdasarkan data yang dirangkum, saat ini kawasan hutan
TNTN sudah mengalami kerusakan parah mencapai 64 persen. Setidaknya,
dalam satu dekade terakhir, 46.960 hektar hutan telah musnah. (exza)
Wagubri Prihatin Dengan Kondisi TNTN
📅 Tuesday, 19 March 2013
👁️ Dibaca: 1297 kali