Haul Tuan Syekh Imam Sabar Jadi Pengingat Sejarah Dakwah Islam di Mandau

📅 Monday, 11 May 2026 👁️ Dibaca: 66 kali
Haul Tuan Syekh Imam Sabar Jadi Pengingat Sejarah Dakwah Islam di Mandau

BENGKALIS - Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati komplek pemakaman Tuan Syekh H. Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau.

Mereka datang untuk mengikuti haul ulama Tarekat Naqsyabandiyah yang dikenal berjasa besar menyebarkan agama Islam di wilayah Mandau, Pinggir, Talang Muandau hingga sekitarnya.

Suasana khidmat terasa sejak pembacaan Surah Yasin, tahlil, takhtim hingga doa bersama. Di sela kegiatan, para jamaah juga mendengarkan manaqib yang mengisahkan perjalanan dakwah dan perjuangan Tuan Syekh Imam Sabar semasa hidup.

Ketua Panitia Haul, H. Zulfan Efendi mengatakan haul tersebut bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi menjadi pengingat terhadap jasa ulama dalam membangun syiar Islam di daerah.

“Haul ini memperingati 66 tahun wafatnya Tuan Syekh Imam Sabar sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang telah berjasa besar dalam perkembangan Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah di Kecamatan Mandau, Pinggir, Talang Muandau dan sekitarnya,” ujar Zulfan dikutip Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, Tuan Syekh Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi lahir pada 1878 dan wafat pada 7 Mei 1960. Beliau merupakan murid dari Tuan Syekh Al-Masaih Abdurrahman Kota Intan yang juga murid langsung Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan, Guru Besar Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia yang berkedudukan di Basilam, Langkat, Sumatera Utara.

Menurut Zulfan, perjuangan dakwah Tuan Syekh Imam Sabar masih terasa hingga kini karena banyak masyarakat di wilayah Mandau dan sekitarnya mengenal Islam melalui dakwah beliau.

“Haul ini bukan hanya mengenang sosok beliau, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga nilai persatuan, ukhuwah dan semangat dakwah yang diwariskan para ulama,” katanya.

Perwakilan kepala desa sekitar, Akhyar Mukmin mengatakan Tuan Syekh Imam Sabar memiliki peran besar dalam mengislamkan masyarakat suku asli di wilayah Mandau yang saat itu masih masuk kawasan Kerajaan Siak Sri Indrapura.

“Beliau banyak berjasa dalam mengislamkan masyarakat suku asli di wilayah Mandau dan sekitarnya. Haul ini bertujuan mengingatkan kita terhadap perjuangan para ulama dalam penyebaran agama Islam,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan ulama terdahulu dan mampu meneladani akhlak serta semangat dakwah yang diwariskan.

Diketahui, sebelum wafat, Tuan Syekh Imam Sabar telah menyiapkan tiga murid utama untuk melanjutkan perjuangan dakwah dan pengembangan Tarekat Naqsyabandiyah di berbagai wilayah di Riau.